Serahkan Bantuan CSR, Bupati Pamekasan Berharap Kebutuhan Air Masyarakat Terpenuhi -->


Serahkan Bantuan CSR, Bupati Pamekasan Berharap Kebutuhan Air Masyarakat Terpenuhi

Senin, 08 Februari 2021, 8:32 PM
loading...
Corporate Social Responsibility
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, S.Psi saat meresmikan program CSR Sumur Bor di Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Senin (8/02/2021). (Foto for E-KABARI)


PAMEKASAN, E-KABARI.com - Bupati Pamekasan Baddrut Tamam meresmikan dan menyerahkan program CSR Sumur Bor di Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Senin (8/02/2021) pagi.


Sumur Bor tersebut merupakan Program Pemerintah Kabupaten Pamekasan bersama PT. Alliance ONE Indonesia dan PT. Tri Sakti Purwosari Makmur sejak tahun 2020.


Selain sumur bor, juga ada fasilitas tandon air, serta tempat cuci tangan dari bantuan program Corporate Social Responsibility itu.


Bupati Baddrut Tamam menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada PT. Alliance ONE Indonesia dan PT. Tri Sakti Purwosari Makmur, karena sudah memberikan bantuan berupa sumur bor.


Dengan bantuan sumur bor tersebut, kebutuhan air bersih masyarakat Pamoroh untuk keperluan sehari-hari dan lahan pertanian bisa tercukupi.


"Semoga bantuan ini bisa dilanjutkan lagi di desa atau kampung yang masih membutuhkan dan kekurangan air bersih," harap Baddrut Tamam.


Politisi PKB tersebut juga berpesan kepada warga Desa Pamaroh agar bisa menjaga sumur bor tersebut dengan baik.


Sebab, itu merupakan aset bersama yang harus dipelihara agar dapat terus digunakan dan dirasakan manfaatnya.


"Jadi, mari kita jaga baik-baik bantuan dari program CSR ini," tegasnya.


Corporate Social Responsibility tersebut, lanjut Baddrut, merupakan kewajiban peraturan Pemerintah Pusat yang disalurkan kepada seluruh elemen masyarakat atau kelompok di pusat pertanian.


Dengan harapan, DMA di Indonesia tidak hanya memberikan CSR. Namun, juga mengedukasi, membimbing, dan membina, serta bekerja sama dengan masyarakat.


Karena di sektor pertanian yang sebenarnya dan yang paling utama dibutuhkan adalah pupuk, bibit, serta pengolahan tanah.


"Tiga produksi inilah yang kemudian sering menjadi beban utama bagi para petani. Setelah itu, terkait harganya yang tidak pantas juga tidak menguntungkan," jelasnya.


Dengan begitu, Baddrut berharap tembakau benar-benar membawa kemakmuran bagi masyarakat. Tidak dibeli murah dan dapat dibeli dengan pantas serta mahal.


"Sehingga, kemudian masyarakat di Pamekasan ataupun di Madura, semakin memiliki semangat yang bagus dalam bertani," pungkasnya. (ADV/Ir/Fiq)

TerPopuler