Anak Desa Ngijo Belajar Bisnis Online Bersama Mahasiswa PMM Kelompok 58 Universitas Muhammadiyah Malang -->


Anak Desa Ngijo Belajar Bisnis Online Bersama Mahasiswa PMM Kelompok 58 Universitas Muhammadiyah Malang

Sabtu, 13 Maret 2021, 12:42 PM
loading...
Belajar Bisnis Online
Kegiatan Belajar Bisnis Online bareng mahasiswa PMM Kelompok 58 Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (8/03/2021). (Foto Dita Suci Permatasari for E-KABARI)


MALANG, E-KABARI.com - Kemajuan zaman yang menuntut serba digital mendorong mahasiswa PMM Kelompok 58 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadikan bisnis online sebagai program.


Pasalnya, hampir semua kegiatan apapun kini menjadi semakin mudah karena dapat dilakukan secara digital. Tak terkecuali bisnis juga dapat dilakukan secara online.


Koordinator PMM Kelompok 58 Gelombang 2 UMM, Ade Wijaya menyebut, efek digital juga berpengaruh terhadap cara mendapatkan uang yang terbilang lebih mudah bagi mereka yang mau belajar dan berusaha.


Sebab, beberapa tahun terakhir sudah banyak marketplace yang menyediakan membership untuk menjadi penjual online, seperti Shopee, Lazada, Tokopedia dan lainnya.


Karena itulah, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Kelompok 58 Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kali ini terbilang cukup kreatif.


Mereka mempunyai ide memberikan edukasi bagaimana cara berbisnis online untuk anak-anak Dusun Leses, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Malang.


Kegiatan edukasi berlangsung pada Senin (8/03/2021) di dusun tersebut dan diikuti anak-anak mulai dari kelas 1 - 6 SD.


"Sebelumnya, anak-anak Dusun Leses juga kami ajarkan bagaimana cara membuat prakarya yang punya nilai jual, yang kemudian barang tersebut bisa di jual juga secara online," ujar Ade Wijaya, Sabtu (13/03/2021).


Saat kegiatan edukasi berjalan, ternyata hampir semua anak-anak Dusun Leses mengetahui beberapa sosial media maupun marketplace yang dapat menjual barang secara online. Meskipun, ada juga yang belum tahu aplikasi yang dapat digunakan untuk menjual barang secara online.


"Bahkan, beberapa dari mereka juga sudah ada yang mengetahui cara berjualan online," imbuh Ade Wijaya.


Dalam belajar bisnis online tersebut, PMM Kelompok 58 memberikan materi praktis bahwa melalui aplikasi yang biasa mereka gunakan seperti WhatsApp juga bisa digunakan untuk berbisnis online.


Caranya yaitu dengan mengunggah dan memberi caption (keterangan) yang menarik pada foto produk, sehingga dapat membuat pelanggan tertarik untuk membeli produk atau barang yang mereka tawarkan.


Alhasil, kegiatan belajar bisnis online yang diberikan mahasiswa PMM Kelompok 58 UMM cukup diminati anak-anak.


Sebab, mereka diajarkan langsung mulai dari membuat produk sampai cara menjual menggunakan teknik foto produk yang menarik dan mempromosikan melalui sosial media hingga ke marketplace yang tersedia.


Kegiatan ini didukung oleh aparat desa dan masyarakat sekitar, karena memiliki manfaat yang baik bagi anak-anak. Pelaksanaan edukasi telah mendapatkan izin dari pihak Desa Ngijo serta masyarakat Dusun Leses.


"Dari pembelajaran ini diharapkan mereka dapat mulai mengenal lebih jauh mengenai dunia digital, khususnya bisnis online agar mereka juga dapat menghasilkan uang dari kerja keras dan usaha mereka sendiri," pungkas Ade Wijaya. (PDD/Fiq)

TerPopuler