Sudah Berikan Bantuan Bibit dan Pupuk Gratis, DKPP Sumenep Kolaborasi PWRI Edukasi Petani Tembakau Soal Harga dan Pasar -->

Sudah Berikan Bantuan Bibit dan Pupuk Gratis, DKPP Sumenep Kolaborasi PWRI Edukasi Petani Tembakau Soal Harga dan Pasar

Minggu, 03 Desember 2023, 8:36 AM
loading...
Sudah Berikan Bantuan Bibit dan Pupuk Gratis, DKPP Sumenep Kolaborasi PWRI Edukasi Petani Tembakau Soal Harga dan Pasar

Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto, S.TP, M.Si saat menyampaikan materi secara virtual pada kegiatan FGD dengan tema 'Menakar Kebutuhan Tembakau 2024' di Edutorium Jagha Tembha UNIBA Madura, Sabtu (2/12/2023) siang. (Foto Dok. DPC PWRI Sumenep)


SUMENEP, E-KABARI.com - Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) tak henti berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, tak terkecuali petani tembakau.


Berbagai upaya telah dilakukan organisasi perangkat daerah (OPD) pimpinan Arif Firmanto itu sesuai instruksi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo agar merangkul semua pihak dalam mendorong kesejahteraan petani.


"Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui DKPP untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau yaitu dengan memberikan bantuan bibit gratis dan pupuk gratis," kata Arif Firmanto pada Focus Group Discussion (FGD) Tembakau, Sabtu, 2 Desember 2023 siang.


Arif Firmanto hadir sebagai salah satu dari lima pembicara pada FGD Tembakau yang digelar DPC PWRI Sumenep di Edutorium Jagha Tembha UNIBA Madura, Kecamatan Batuan.


Kepala DKPP Sumenep itu pun tak menyiakan kesempatan kolaborasi dengan DPC PWRI Sumenep melalui kegiatan bertajuk 'Menakar Kebutuhan Tembakau 2024' tersebut.


Arif, demikian akrab dipanggil, menjelaskan banyak hal seputar tembakau dan upaya DKPP Sumenep meningkatkan kesejahteraan petani.


Selain memberikan bantuan bibit dan pupuk gratis, FGD itu menjadi ajang baginya untuk memberikan edukasi terhadap petani tembakau terkait harga dan pasar ketika hendak menanam.


"Pemerintah tidak bisa membatasi petani dalam menanam tembakau, tapi kami sepakat dengan apa yang disampaikan Ketua PWRI Sumenep Rusydiyono agar petani tidak menanam tembakau hanya berdasarkan keinginan dan luasnya lahan," ujar Arif Firmanto.


Menurut Kepala Dinas yang akrab disap Arif itu, para petani yang hendak menanam tembakau harus berdasarkan prediksi kebutuhan pasar atau pabrikan agar hasil tanam tidak merugi.


Jangan sampai, mahalnya harga di tahun ini menjadi alasan petani berlomba-lomba menanam tembakau di tahun 2024 mendatang.


"Karena dengan mahalnya harga tembakau tahun ini (musim tanam 2023, red), tidak menutup kemungkinan tahun 2024 petani akan berlomba-lomba menanam tembakau," jelas Arif.


Padahal, jumlah produksi tembakau yang samakin naik tidak pasti membuat petani mendapatkan untung besar. Bisa jadi, itu malah membuat harga tembakau anjlok karena jumlah produksi tak sebanding dengan kebutuhan.


Alhasil, bukannya untung, petani malah berpotensi besar mengalami kerugian karena menanam tembakau tanpa memerhatikan kebutuhan pasar maupun pabrikan.


"Maka dari itu, saya sangat sepakat dengan FGD bertema 'Menakar Kebutuhan Tembakau di tahun 2024' yang diadakan oleh PWRI, acara ini luar biasa," tegas Arif Firmanto.


Sebelumnya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, melalui  FGD itu Pemerintah Daerah ingin menerbitkan ruang kepada para petani terkait harga tembakau.


"Kami berharap semua pihak bisa bersinergi bagaimana kesejahteraan para petani kita," katanya ketika hadir secara virtual.


Sebagai upaya mendorong kesejahteraan petani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep terus berupaya memberikan semua kebutuhan sarana dan prasarana pertanian.


Namun, itu semua, kata Bupati Fauzi Wongsojudo harus terdata dengan benar. Karena itu, masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan agar segera melakukan validasi data.


"Jadi bantuan pemerintah ini banyak, apalagi anggaran DBHCHT yang sudah dirasakan penuh oleh masyarakat," tegasnya.


"Semoga dengan adanya FGD ini, ada ukuran bersama-sama, serap aspirasi, dan mendapatkan kesejahteraan bersama untuk para petani tembakau," harap Bupati Fauzi Wongsojudo dilanjutkan membuka acara.


Sementara Ketua DPC PWRI Sumenep Rusydiyono mengungkapkan, kegiatan FGD itu untuk menemukan solusi dari sejumlah permasalahan petani saat musim tembakau tiba.


"Kita juga punya kewajiban dan tanggung jawab bagaimana untuk musim tanam tembakau tahun ini tidak menjadi hal buruk untuk tahun yang akan datang," kata Rusydiyono dalam sambutannya.


Ketua DPC PWRI Sumenep itu kemudian bercerita bagaimana kondisi petani saat ini. Menurutnya, para petani tidak boleh hanya mengacu pada harga pasar, namun harus paham bagaimana serapan pabrikan tembakau.


"Saat ini kita duduk bersama, mendiskusikan bagaimana persoalan tembakau di tahun 2024 mendatang. Apa yang harus dilakukan petani ke depan, sehingga para petani menanam tembakau tidak hanya soal kebanyakan modal, luas lahan, akan tetapi menemukan nilai jual pasar," jelas wartawan yang karib disapa Yono itu.


Kegiatan FGD Tembakau dengan peserta gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari kecamatan penghasil tembakau di Sumenep tersebut berjalan dengan sukses.


Selain Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto, panitia menghadirkan CEO PT Empat Sekawan Mulia Pamekasan Suhaydi, Ketua DPRD Sumenep H. Abdul Hamid Ali Munir dan CEO PR Bahagia H. Mukmin sebagai pembicara. (Rfq)

TerPopuler