Support Pemerintah Berantas Organisasi Intoleran, GSM Unjuk Sikap di Arek Lancor Pamekasan -->


Support Pemerintah Berantas Organisasi Intoleran, GSM Unjuk Sikap di Arek Lancor Pamekasan

Selasa, 09 Februari 2021, 5:51 PM
loading...
Gerakan Santri Madura
Aksi unjuk rasa Gerakan Santri Madura (GSM) di areal Monumen Arek Lancor Pamekasan, Selasa (9/02/2021). (Foto for E-KABARI)


PAMEKASAN, E-KABARI.com - Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Santri Madura (GSM) melakukan aksi unjuk rasa menolak segala bentuk paham radikalisme, ekstrimisme dan premanisme di Madura.


Aksi tersebut berlangsung di monumen Arek Lancor, Jl. Mesigit, Barurambat Kota, Pamekasan, Selasa (9/02/2020) siang.


Muhammad Isno selaku Bendahara GSM yang menjadi koordinator lapangan mengatakan, unjuk rasa itu dilakukan untuk bentuk men-support pemerintah dalam memberantas organisasi intoleran, radikal dan terlarang yang menjamur di Indonesia.


"Akhir-akhir ini masyarakat Madura sering sekali kami temukan menjadi simpatisan FPI yang sudah menjadi organisasi terlarang di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita sebagai santri harus berperan aktif menjaga keutuhan NKRI," ujarnya, Selasa (9/02/2021).


Dalam orasinya, Muhammad Isno meminta agar semua elemen masyarakat bersatu dalam menepis isu-isu agama yang berpotensi memecah belah bangsa.


"Kami mengajak kepada seluruh masyarakat, tokoh pemuda, dan mahasiswa untuk berperan aktif melawan oknum-oknum yang selalu membawa isu-isu agama yang memecah belah bangsa," ungkapnya.


Sementara Zubairi selaku Ketua GSM memandang kebijakan Pemerintah dalam melarang organisasi intoleran perlu dipertegas karena tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.


"Maka dari itu, Gerakan Santri Madura (GSM) mendukung Pemerintah agar membasmi organisasi intoreran, radikal, yang merusak persatuan dan kesatuan NKRI," jelasnya.


Dalam menyikapi perkembangan organisasi terlarang di Indonesia, Ketua GSM menyatakan sikap sebagai berikut:


1. GSM menolak dengan keras segala bentuk paham radikalisme, ekstrimisme dan premanisme

2. GSM mengajak kepada masyarakat Indonesia, khususnya Madura agar tidak terprovokasi isu-isu agama yang memecah belah bangsa

3. GSM mendukung langkah-langkah Polri dalam menegakkan hukum seadil-adilnya kepada masyarakat yang melanggar konstitusi di Republik ini

4. GSM siap berada di garda terdepan untuk menjaga perdamaian di Negara Kesatuan Republik Indonesia

5. GSM mendukung Pemerintah dalam memberantas Organisasi Radikal dan Organisasi Terlarang di Indonesia.


(Helmy/Fiq)

TerPopuler