Simpang Siur Penyebab Bunyi Ketukan Misterius dari Dalam Tanah di Moncek Tengah Sumenep -->

Simpang Siur Penyebab Bunyi Ketukan Misterius dari Dalam Tanah di Moncek Tengah Sumenep

Sabtu, 12 Agustus 2023, 5:26 PM
loading...
Simpang Siur Penyebab Bunyi Ketukan Misterius dari Dalam Tanah di Moncek Tengah Sumenep
Petugas dari BPBD Sumenep dan TNI-Polri saat mengecek lokasi ketukan di dalam tanah yang terjadi di Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Sabtu (12/8/2023). (Dok. Humas Polres Sumenep)


SUMENEP, E-KABARI.com - Penyebab bunyi ketukan misterius di dalam tanah yang membuat warga Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep geger masih simpang siur. 


Seorang sumber yang tidak diketahui dalam sebuah voicenote yang beredar di grup aplikasi perpesanan WhatsApp menyebut bunyi ketukan misterius di dalam tanah itu berasal dari paralon sumur bor di bawah rumah yang berbunyi ketika air mengalir.


Sumber itu mengklaim pernyataannya berdasarkan penelusuran terhadap penyebab bunyi ketukan dari dalam tanah setelah viral dalan pemberitan media.


"Berita ma' olle ta' lako epajalan, setelah ditelusuri berita yang menghebohkan seakan-akan bumi sudah mau runtuh ternyata badha paralon ebburan ebendem ebebena kona oreng, ternyata paralon jareya se amonyi aeng bile ajalan, amonyi modella oreng marron. Daddi bile epateen messina aeng ternyata pas ambu amonyi se torkatoran. Bile eodi'in pole, amonyi pole se torkatoran. Itulah berita sekilas tentang bumi se leddu'a neng Moncek Tengah," jelas sumber dalam voicenote tersebut.


Sementara itu, sumber lain yang juga tak diketahui namanya justru membantah penjelasan sumber sebelumnya.


Melalui voicenote yang beredar di grup aplikasi perpesanan WhatsApp, sumber itu menyatakan bahwa informasi yang menyebut bunyi ketukan dari dalam tanah di Desa Moncek Tengah berasal dari paralon bor yang berada di bawah rumah itu salah.


Bahkan, sumber yang mengaku rumahnya dekat dengan lokasi kejadian itu mempertanyakan siapa orang yang menyebut bunyi ketukan dari dalam tanah berasal dari bunyi paralon bor.


Sebab, ia yang secara langsung datang ke lokasi bersama polisi belum mendapatkan jawaban apa yang menjadi penyebab bunyi ketukan di dalam tanah yang terjadi di Dusun Tengah, Desa Moncek Tengah.


Menurut sumber itu, hingga saat ini belum jelas penyebab terjadinya bunyi ketukan di dalam tanah yang menghebohkan warga. 


"Kak Agus, nika oreng ka'dhimma se ngoca' ebboran ding la eodi'in nika pah duggadugan nga' nika. Nika katon kabar tasala mon se gha' nika. Mon kaula se semma' nika, kaula oreng Moncek, nika gita' jellas. Sobung tadha' istilahnya paralonna ebboran e babana ganika, sobung. Banni-banni. Ganikan olle satenga bulan saongghuna. Keng se ce' anona are gella' nika, se terros amonyi molae gella' pagi sampe' para' dzuhur ambu gallu sakejja'. Jha' kaula abareng polisi dateng ka lokasi. Mare ganika ngantang pole nika jan so' keras kassa' sampe agetar. Mon gun paralon sampe magetar 100 meter. Insyaallah nika oreng se akabar ngoca' paralon nika pola reng ka'emma kaula terro oninga. Kaula se semma' polana," jelasnya panjang lebar.


Menanggapi kabar penyebab bunyi ketukan dari dalam tanah di Desa Moncek Tengah yang beragam, Polres Sumenep melalui Kasi Humas AKP Widiarti S mengatakan, kejelasan akan penyebab peristiwa itu masih menunggu tim ahli dari BPBD dan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.


"Berita masih simpang siur, menunggu tim ahli dari BPBD dan ITS, besok datang," kata AKP Widiarti, Sabtu, 12 Agustus 2023 sore.


Sebelumnya, bunyi ketukan misterius di dalam tanah di sekitar rumah warga Dusun Tengah RT 07/RW 02 Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng terjadi Sabtu, 12 Agustus 2023 dari pukul 09.45-10.30 WIB.


AKP Widiarti menyebut ada 5 rumah warga yang mendengar dan merasakan ketukan misterius yang berasal dari dalam bumi.


"Lima rumah sekitar yang mendengar atau merasakan ketukan diantaranya rumah (toko) Pak Jakfar, rumah Pak Jazuli, rumah. H. Badrun, rumah Pak Ramli dan rumah Ibu Naim," jelas Kasi Humas Polres Sumenep.


Getaran atau ketukan dari dalam tanah yang terjdi di beberapa titik di Desa Moncek Tengah itu memang sudah berhenti.


Meski demikian, petugas mengimbau kepada warga sekitar untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.


"Saat ini pemilik rumah mengungsi ke tempat lain karena masih takut dan khawatir," ujar AKP Widiarti. (Rfq)

TerPopuler