PLN Jatim Segera Bangun PLTS Off Grid di Kepulauan Sumenep -->

PLN Jatim Segera Bangun PLTS Off Grid di Kepulauan Sumenep

Minggu, 09 Oktober 2022, 1:39 PM
loading...
PLN Jatim Segera Bangun PLTS Off Grid di Kepulauan Sumenep
GM PLN UID Jawa Timur Lasiran (kanan) melakukan penandatanganan kerja sama pembangunan PLTS Off Grid dengan Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika Jonner MP Pardosi, Selasa (6/10/2022). (Foto Humas PLN)


SURABAYA, E-KABARI.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur percepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off Grid di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.


Dengan pembangunan PLTS Off Grid di kepulauan Sumenep itu diharapkan agar masyarakat segera menikmati listrik dan meningkatkan taraf hidup mereka.


Pasalnya, hingga kini masyarakat di wilayah kepulauan Sumenep yang akan dibangun PLTS Off Grid masih menggunakan genset dengan biaya sangat mahal.


Pembangunan PLTS Off Grid di kepulauan Sumenep ditandai dengan penandatanganan kerja sama pembangunan oleh General Manager PLN UID Jawa Timur, Lasiran dengan Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika, Jonner MP Pardosi dalam gelaran PJB Connect pada Selasa, 4 Oktober 2022 lalu.


GM PLN UID Jatim Lasiran berharap, proses pembangunan PLTS Off Grid maupun jaringan listrik berjalan lancar tanpa kendala, sehingga kehadiran PLN dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat.


"Semoga selesai sesuai rencana, ada yang tahun ini ada yang tahun depan sehingga masyarakat yang berada di kepulauan (Sumenep) bisa segera menikmati listrik dan mampu meningkatkan taraf hidup di sana," kata Lasiran dalam keterangan tertulis di Surabaya, Kamis, 6 Oktober 2022 lalu.


PLN UID Jatim akan membangun PLTS Off Grid dengan total daya 975 KWp di 16 lokasi. Diantaranya Bulumanuk, Bunginnyarat, Gili labak, Karamian, Pajangan, Sadulang Kecil, Sapapan, Saredeng Besar, Saredeng Kecil, Saseel, Saur, Sepangkur Kecil, Talango Air, Talango Tengah, Kalosot, dan Sitabok.


Lasiran menegaskan, keseluruhan pulau atau dusun tersebut berada di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura.


"Memang sudah menjadi fokus kami untuk mempercepat elektrifikasi di kepulauan pasca pandemi, karena sebelumnya terkendala saat pandemi. Potensi pelanggan di 16 wilayah tersebut sebanyak 8.434 pelanggan dengantotal daya 975 KWp," tutur Lasiran.


Saat ini masyarakat di 16 lokasi kepulauan Sumenep tersebut masih menggunakan genset yang membuat beban ekonominya bertambah. Sesudah listrik hadir, PLN berharap masyarakat dapat meningkatkan produktivitasnya dengan harga terjangkau.


"Secara bertahap pembangunan jaringan listrik total 52.473 kilometer sirkuit (kms) akan dimulai pada 2024 setelah proyek pembangunan PLTS tersebut selesai pada tahun 2023," pungkas Lasiran.


Sementara Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika Jonner MP Pardosi mengungkapkan, penandatanganan kontrak atas pembangunan PLTS Off Grid merupakan implementasi dari peran aktif perusahaanya terhadap rencana Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan peran Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional, yang ditargetkan mencapai 23 persen pada 2025.


"PT Rekadaya Elektrika sebagai satu-satunya EPC di PLN Grup siap untuk menyelesaikan amanah yang diberikan dan berkomitmen untuk menyelesaikan project tepat waktu. Sehingga semakin banyak pulau-pulau terisolasi dan terpencil yang memperoleh listrik melalui pembangkit berbasis EBT," ujar Jonner MP Pardosi. (*)


Penulis: Ratna Juwita
Editor: Rafiqi

TerPopuler