Pelajar di Sidoarjo Layani Threesome, Diberi Imbalan 300 Ribu Sekali Kencan -->


Pelajar di Sidoarjo Layani Threesome, Diberi Imbalan 300 Ribu Sekali Kencan

Rabu, 10 Maret 2021, 8:48 PM
loading...

Layani Threesome
Konferensi Pers ungkap kasus prostitusi online oleh Unit IV Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. (Foto for E-KABARI)

SURABAYA, E-KABARI.com - Unit IV Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap prostitusi online berupa layanan Threesome yang melibatkan seorang pria dewasa dan wanita di bawah umur.


Korban sebut saja 'Mawar' masih berstatus pelajar berusia 16 tahun asal Sidoarjo.


Tersangka yang dikenal 'Mawar' sejak bulan November 2020 lalu, menawarkan korban kepada pria hidung belang dengan penawaran main bersama (Threesome).


AKBP Zulham Efendi, Wadirkrimsus Polda Jatim mengungkapkan, tersangka menawarkan korban dengan cara threesome.


Jika sudah terjadi kesepakatan dengan pria hidung belang, korban diberi imbalan tarif sebesar Rp 300 ribu untuk sekali kencan.


"Saat menawarkan korban ke pria hidung belang, tersangka mengakui korban sebagai istrinya. Sehingga, tersangka juga ikut bermain bersama dengan pria hidung belang saat menjajakan korban," jelas AKBP Zulham Efendi, Rabu (10/03/2021).


Tersangka menawarkan korban melalui media sosial (WhatsApp). Saat menawarkan korban, tersangka mengirim foto korban terlebih dahulu kepada pria hidung belang.


Selanjutnya, si tersangka juga meminta pria hidung belang untuk mengirim fotonya untuk diberitahukan kepada korban. Jika korban mau dan setuju, tersangka bersama korban menuju ke hotel yang sudah disepakati.


"Untuk menarik minat pria hidung belang, tersangka mengirim foto korban. Jika deal, tersangka menentukan lokasinya," ujar Zulham.


Sementara itu, Cita, Psikolog Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim yang melakukan pendampingan terhadap korban mengatakan, korban mengaku mau melalukan hal tersebut karena faktor ekonomi.


"Saat kami bertanya kepada korban, ia mengaku melakukan hubungan terlarang itu karena faktor ekonomi," ungkap Cita.


Namun, pihaknya masih terus mendalami alasan dari korban, untuk mengungkap kemungkinan adanya alasan lain yang melatarbelakangi motif korban mau melakukan praktik postitusi tersebut.


"Sampai saat ini saya masih bertanya kepada korban apa yang melatarbelakangi dia melakukan hal itu. Dan korban saat ini juga masih membutuhkan pendampingan serius," pungkas Cita. (Rls/RK/Fiq)

TerPopuler