Sejumlah Rumah Warga Dapenda Sumenep Terendam Banjir -->


Sejumlah Rumah Warga Dapenda Sumenep Terendam Banjir

Rabu, 24 Februari 2021, 11:15 AM
loading...
Banjir
Kondisi banjir di Dusun Jabbau, tepat di sebelah barat Masjid Jabbau, Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Rabu (24/02/2021) pagi. (Foto for E-KABARI)


SUMENEP, E-KABARI.com - Sejumlah rumah warga Dusun Jabbau, Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep terendam banjir.


Banjir terjadi karena intensitas hujan tinggi sejak Selasa (23/02/2021) sekitar jam 21.00 WIB hingga Rabu (24/02/2021) dini hari.


Bahkan hingga berita ini ditulis, hujan masih turun, namun sudah rintik-rintik saja.


Akibatnya, air memasuki rumah warga. Bahkan, sejumlah dapur milik warga terendam air, sehingga perabotan dalam dapur mengapung di air.


Irul, salah seorang warga Dusun Jabbau mengatakan, air mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.


Bukan hanya merendam rumah dan perabotan dapur, ada ternak warga yang hampir tenggelam, sehingga harus diselamatkan ke daerah yang lebih tinggi.


"Tadi malam sejumlah warga menyelamatkan sapi peliharaannya ke tempat yang lebih tinggi," terangnya, Rabu (24/02/2021).


Irul menyebut lokasi banjir paling parah di sekitar masjid Jabbau. Di situlah ia tinggal bersama anak-istri dan mertuanya.


"Di baratnya masjid Jabbau itu sampai dada airnya, itu di rumah saya. Sementara di rumah warga lainnya sampai dengkul, tapi itu sudah masuk ke rumah warga," tuturnya.


Dusun Jabbau, kata Irul memang masuk dataran rendah. Sehingga, air bah yang datang dari dataran tinggi kampung sebelah dikirim ke dusun tersebut.


"Yang saya tahu, sebelumnya gak sebesar sekarang," imbuhnya.


Selain banjir, rumah Rahesam di Dusun Jabbau juga roboh rata dengan tanah.


"Perkiraan sekitar jam 2 lewat, sebab saya belum tidur setelah membantu mengamankan ternak warga, ada bunyi seperti tembok roboh," sambung Irul.


Dia berharap, air di daerah tersebut cepat surut agar warga bisa beraktivitas kembali. Karena dengan air yang terus menggenang, warga tidak bisa keluar rumah.


"Semoga cepat surut, karena di daerah saya tidak ada selokan, adanya pembuangan ke dalam tanah pakai pipa," pungkas Irul. (RK/Fiq)

TerPopuler