Cerita dari Rumah Duka Wakil Bupati Raja’e -->


Cerita dari Rumah Duka Wakil Bupati Raja’e

Jumat, 01 Januari 2021, 7:29 PM
loading...
Wakil Bupati Pamekasan
TINGGAL KENANGAN: Mendiang Wakil Bupati Pameksan, H. Raja'e, S.H.I bersama sang istri, Yuni Lailatul Fitriya pada suatu kesempatan. (Foto Story WhatsApp Yuni Lailatul Fitriyah)


PAMEKASAN, E-KABARI.COM – Inna lillahi wainna ilaihi raji’un. Wakil Bupati Pamekasan, Raja'e telah berpulang ke rahmatullah pada Kamis (31/12/2020) sore kemarin.


Kabar duka ini menyentak seluruh warga Pamekasan. Tak terkecuali kalangan jurnalis, terlebih mereka yang cukup dekat dengan Sang Wabup.


Di tengah ratusan warga yang melayat ke rumah duka, jurnalis E-KABARI.COM di Pamekasan menjadi salah satu yang segera bergegas menuju kediaman Wabup Raja’e bakda Magrib.


Perjalanan dari Kota Pamekasan menuju rumah Raja’e yang berada di Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar ditempuh sekitar kurang lebih 1,5 jam bersama sejumlah jurnalis di Pamekasan.


Jalanan yang terjal, berliku, jauh dan gelap karena malam, membuat rombongan jurnalis harus sangat berhati-hati. Hal itu karena rumah Wabup Raja’e berada di wilayah Pantura, sangat jauh dari kota.


Baca Juga: Pamekasan Berduka, Wakil Bupati Raja'e Meninggal Dunia


Kondisi jalanan itu jelas semakin mengaduk perasaan. Antara ingin segera sampai dan sedih kehilangan sosok Sang Wabup bercampur menjadi rasa yang tak terupakan.


Hingga satu setengah jam kemudian, sekira pukul 19.30 WIB, E-KABARI.COM bersama rombongan jurnalis sampai jua di rumah duka, di Dusun Kabaan Daja, Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar.


Saat itu, jenazah Raja’e sedang dimandikan oleh keluarga besarnya, dijaga ketat oleh aparat keamanan yang bertugas. Informasi di lokasi menyebut jenazah Wabup Pamekasan tersebut tiba di rumah duka dari RS Dr Soetomo Surabaya sekira pukul 19.00 WIB.


Usai dimandikan, jenazah Wabup Raja’e dishalatkan ratusan orang tepat pada pukul 20.00 WIB. Kemudian jenazah dibawa ke pemakaman umum Dusun Kabaan Daja, Desa Bujur Barat, agak jauh di sebelah barat rumah duka.


Negatif Covid-19 dan Orang Baik


Isak tangis di sela tahlil mengiringi kepergian sosok Wakil Bupati yang adem dan baik hati tersebut ke peristirahatan terakhir di dunia.


Jurnalis E-KABARI.COM menyaksikan tidak ada protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 pada proses memandikan jenazah hingga pemakaman Wabup Raja’e tadi malam.


Karena hasil Swab pada tanggal 25 Desember 2020 lalu memang menunjukkan Wabup Raja’e Negatif Covid-19. Hanya tinggal penyakit bawaannyalah yang menunggu proses penyembuhan.


“Alhamdulillah, Bapak (Wabup Raja’e, red) proses penyembuhan,” kata Fajar, yang tak lain adalah Kakak Ipar dari Wabup Raja’e, Ahad (27/12/2020) lalu.


Baca Juga: Wabup Pamekasan Raja'e Negatif Covid-19


Informasi inilah yang kian membuat E-KABARI.COM dan kalangan jurnalis sangat kaget. Mengingat Wakil Bupati Pamekasan tersebut sudah negatif Covid-19 dan hanya tinggal menjalani proses penyembuhan penyakit yang memang dideritanya.


Maka tak ayal manakala suasana duka menyelimuti sepanjang jalan masuk menuju arah kediaman Wabup. Seorang pelayat yang berjalan bersama rombongan jurnalis sempat menyampaikan keterkejutannya atas kepergian Raja’e. Kata dia, “Wabup orang baik”.


"Tidak menyangka ya, Mbak, secepat ini Wabup ninggalin kita," kata pelayat yang tak sempat ditanya namanya itu, Kamis (31/12/2020) malam  sembari jalan ke rumah duka.


Wakil Bupati Pamekasan
FAMILY MAN: Mendiang Wakil Bupati Pamekasan, H. Raja'e, S.H.I bersama istri dan keempat anaknya. (Foto Story IG @yunilailatulfitriyah)


Kebersamaan Terakhir


Informasi yang didapat E-KABARI.COM di lokasi, istri Wabup Raja’e, Yuni Lailatul Fitriyah berada di dalam rumah dan kondisinya sedang tak sadarkan diri.


Kepergian sang suami bagi Yuni, panggilan akrab istri Wabup Raja’e, jelas membekaskan luka yang mendalam. Apalagi, Wakil Bupati Pamekasan yang wafat di usia 44 tahun itu meninggalkan sang istri dalam keadaan hamil 7 bulan dengan 4 (empat) orang anak yang masih kecil.


Baca Juga: Kelelahan dan Lemas, Wabup Pamekasan Dilarikan ke RSUD Soetomo Surabaya


Kebersamaan terakhir Yuni bersama sang suami hanyalah ketika selama dua bulan terakhir, dari tanggal 28 September 2020 hingga tanggal 7 Desember 2020 lalu, mendampingi Wabup Raja’e menjalani tugas mengikuti Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan XI (P3DA) LEMHANAS RI di Jakarta.


Kemudian, setelah pulang ke Pamekasan mereka sama-sama harus menjalani isolasi Covid-19 dan perawatan medis di RS Dr Soetomo Surabaya sejak dirujuk pada tanggal 15 Desember 2020 lalu.


Dari Kades jadi Wabup


Raja'e mengikuti Pilkada Pamekasan di tahun 2018 lalu sebagai pasangan Calon Wakil Bupati dari Calon Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.


Singkat cerita, pasangan ini kemudian dinyatakan sebagai pemenang Pilkada oleh KPU Pamekasan hingga menjabat Bupati dan Wakil Bupati Periode 2018-2023.


Sebelum mencalonkan diri jadi Wabup Pamekasan, Raja'e adalah seorang Kepala Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar yang sangat dicintai oleh warganya. Tetapi karena sebuah amanah, ia harus menanggalkan jabatan Kadesnya yang masih tersisa dua tahun.


Baca Juga: Bupati Baddrut Perintahkan Pengibaran Bendera Setengah Tiang, Penghormatan Terakhir untuk Wabup Pamekasan


Kini, Raja’e kembali menyisakan masa tugas bukan karena terpanggil amanah rakyat. Ia berpulang ke rahmatullah pada pukul 15.30 WIB menghadap Sang Pencipta.


Hingga bulan September 2020 lalu, Raja’e baru dua tahun menjabat sebagai Wakil Bupati. Masa jabatan Wabup yang ditinggalkannya tersisa sekitar 3 tahun lagi.


Namun, hanya tersisa duka dan bendera setengah tiang sepanjang hari ini sebagai penghormatan terakhir kepadanya. Kemudian ucapan Selamat Jalan, Wabup Raja’e. Allahumaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. (Ir/Fiq)

TerPopuler