Pemred Panjinasional Prihatin Dunia Pers Mengalami Degradasi Moral -->


Pemred Panjinasional Prihatin Dunia Pers Mengalami Degradasi Moral

Sabtu, 28 November 2020, 10:29 PM
loading...
Peringatan 1 Dasawarsa Media Panjinasional
Tasyakuran Peringatan 1 Daswarsa Media Panjinasional di halaman Kantor Redaksi Surabaya, Sabtu (28/11/2020). (Foto for E-KABARI)


SURABAYA, E-KABARI.COM - Pemimpin Redaksi (Pemred) Panjinasional, Gatot Irawan menyebut dunia pers saat ini mengalami degradasi moral.


Hal ini disampaikan Gatot Irawan ketika sambutan pada acara Peringatan 1 Daswarsa Media Panjinasional di halaman Kantor Redaksi, Sabtu (28/11/2020).


Di awal sambutaan, Gatot Irawan menggambarkan suka duka perjalanan media cetak Panjinasional secara mandiri tanpa investor. Namun, kini medianya siap memasuki tantangan baru, yakni media informasi digital di era 5.0 di tahun 2021.


"Semuanya tak lepas dari dukungan anggota Panjinasional dengan terus meningkatkan SDM dan berperan secara sinergis menjalankan profesi insan pers, dan tetap kedepankan kode etik jurnalistik, serta berpedoman Undang-Undang Pers," kata dia.


Kemudian Gatot yang dianggap sebagai sesepuh insan pers di Jawa Timur juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam tentang dunia pers akhir-akhir ini.


"Dunia pers saat ini mengalami degradasi moral. Maksudnya karakter jurnalis kebanyakan sulit dikendalikan. Sekarang ada banyak julukan. Wartawan rasa Polisi, Wartawan rasa Penyidik, dan yang paling parah adanya Wartawan rasa Preman," ungkapnya.


Peran Organisasi atau Komunitas Jurnalis


Gambaran demikian, menurut Gatot sungguh memprihatinkan. Apalagi kalau diucapkan dengan nada kasar, maka jelas para insan pers akan marah dan tersinggung.


Namun, itu perlu disikapi dengan bijak. Karena peran lembaga pers yang sudah banyak terbentuk dalam konteks ini pasti akan mulai dipertanyakan.


“Banyak lembaga pers (organisasi dan komunitas) yang belum mampu membangun SDM Pers secara berkesinambungan, ini sangat memprihatinkan. Sehingga, aturan Etika Jurnalistik mulai tak berfungsi," ujar dia.


Karena itu, Gatot sangat mengapresiasi terbentuknya Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT). Sebab, belum lama terbentuk sudah berani melakukan peningkatan SDM bagi para jurnalis yang tergabung di dalamnya.


"KJJT sudah berani mengadakan Lemdik (lembaga pendidikan) tempat jurnalis yang mau belajar baik teknik penulisan, wawancara hingga pemahaman peningkatan terhadap wartawan profesional," pungkas dia.


Sedangkan H. Zubaidi selaku Dewan Redaksi Panjinasional menegaskan, semua wartawan Panjinasional harus semakin aktif berkoordinasi dengan pimpinan.


"Apalagi akan memasuki tahun 2021, media Panjinasional sudah siap memasuki dunia digital Era 5.0," ujar H. Zubaidi.


Dikemas Sederhana


Kegiatan rutin tahunan Media Panjinasional tersebut sedianya dikemas dengan Diskusi Nasional pada tanggal 21 Nopember lalu. Namun, demi mendukung aturan pemerintah tentang protokol kesehatan dan menghindari kerumunan, kegiatan ditunda.


Peringatan 1 Dasawarsa Media Panjinasional akhirnya digelar secara sederhana hari ini, Sabtu (28/11/2020) dikemas dengan Tasyakuran dan Silaturahmi saja.


Para tamu yang hadir disambut dan disarankan sebelum masuk agar mencuci tangan serta memakai masker oleh tim Panjinasional. Pun tempat duduk lesehan dengan menjaga jarak sesuai aturan prokes.

 

Kegiatan yang mengangkat tema “Siap Memasuki Media Informasi Digital Era 5.0 - 2021” tersebut digelar dengan mengundang sejumlah Pemred media di Jawa Timur, para tokoh lembaga dan lainnya.


"Saya mohon maaf kepada semua kawan kawan Pemred se-Jawa Timur. Saya tidak bisa mengundang keseluruhan, karena ada aturan dan larangan dari pemerintah agar menghindari kerumunan dan antisipasi penularan Covid-19," kata Gatot.


Kegiatan tersebut dihadiri kru Panjinasional perwakilan seluruh biro, Ketua PJI Demokrasi Jatim Achmad Garad, Sekretaris PJI Demokrasi Jatim Firman, dan Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Ade Maulana.


Hadir pula Pemred Fajar Nusantara News (FNN) Joko Aktiono, Pemred Media Online Suara Global H. Marzuki, Pengacara dan Ketua LBH KPK Nataseha Saputra, serta undangan lainnya. (Tim/RK/Fiq)

TerPopuler