Bupati Pamekasan Jelaskan Meninggalnya 1 PDP Covid-19 di RSUD Slamet Martodirdjo -->


Bupati Pamekasan Jelaskan Meninggalnya 1 PDP Covid-19 di RSUD Slamet Martodirdjo

Sabtu, 21 Maret 2020, 10:54 PM
loading...
Bupati Pamekasan Jelaskan Meninggalnya 1 PDP Covid-19 di RSUD Slamet Martodirdjo
Bupati Pamekasan, H. Badrut Tamam, S.Psi bersama Direktur RSUD Slamet Martodirdjo dan Satgas Penanggulangan Covid-19 saat Jumpa Pers terkait meninggalnya 1 PDP, Sabtu (21/03/2020). (Foto Ir/E-KABARI)

PAMEKASAN, E-KABARI.COM - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dunia pada Jumat (20/03/2020) kemarin di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo, belum bisa dipastikan positif terjangkit virus Corona.

Hal ini disampaikan Bupati Pamekasan, H. Baddrut Tamam  S.Psi, didampingi Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19, saat mengadakan jumpa pers di Mandhapa Agung Ronggosukowati, Sabtu (21/03/2020).

Untuk memastikan bahwa pasien tersebut positif terjangkit Covid-19 atau tidak, menurut Bupati, Tim Dokter harus menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium di Surabaya.

“Jadi, saat ini masih belum dapat dipastikan bahwa pasien tersebut terjangkit birus berbahaya tersebut,” ucapnya kepada awak media.

Badrut melanjutkan, pasien yang dirawat di RSUD Slamet Martodirjo kemudian meninggal tersebut bukan warga asli Pamekasan, melainkan warga dari Kabupaten Malang yang sedang berkunjung ke Pamekasan.

“Dia (pasien) ke rumah saudaranya di sini. Ketika sampai (di Pamekasan) dia sakit dan sempat dibawa dan dirawat di rumah sakit, kemudian akhirnya meninggal dunia,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur RSUD Slamet Martodirjo, dr. Farid Anwar. Pihaknya tidak bisa memastikan apakah pasien tersebut positif Covid-19 atau tidak, karena masih menunggu hasil Laboratorium dari RSUD Dr. Soetomo.

“Pasien ini sudah dilakukan pengambilan cairan di tenggorokan, untuk kemudian dicek di Laboratorium Surabaya. Untuk mengetahui hasilnya, kita harus menunggu selama lima hari,” tegas dr. Farid menutup jumpa pers. (Ir/Fiq)

TerPopuler