Antisipasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19, Pemuda Pamekasan Sarankan Gerakan Lumbung Pangan -->


Antisipasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19, Pemuda Pamekasan Sarankan Gerakan Lumbung Pangan

Rabu, 29 April 2020, 12:28 PM
loading...
Antisipasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19, Pemuda Pamekasan Sarankan Gerakan Lumbung Pangan
Ahmad Fajar. (Foto for E-KABARI)

PAMEKASAN, E-KABARI.COM - Dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mulai terasa setelah masyarakat harus Di Rumah Saja, Jaga Jarak, bahkan mengikuti aturan PSBB.

Kondisi perekonomian ini ke depannya dikhawatirkan makin memburuk, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Pamekasan yang mayoritas warganya menjadi petani dan nelayan, jika pandemi masih berlangsung.

Mengingat kondisi seperti ini belum diketahui secara pasti kapan akan berakhir, seharusnya Pemerintah Kabupaten Pamekasan mulai mengambil langkah antisipatif memastikan ketersediaan pangan.

Hal ini diungkapkan Ahmad Fajar, pemuda Pamekasan yang juga Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (Elsam). Seorang petani kecil yang selama Covid-19 melanda, sangat merasakan dampaknya.

Supaya perekonomian di Pamekasan bisa tetap berlanjut tanpa adanya kekurangan bahan pangan, ia berpikir bagaimana jika pemerintah atau OPD terkait bersama kelompok tani mengadakan gerakan lumbung pangan serentak.

"Salah satunya dengan cara tanam pohong atau singkong dan sejenisnya," tutur Fajar, Selasa (28/04/2020) siang, yang saat itu lagi santai di teras rumah bersama keluarga kecilnya.

Menurut Fajar, gerakan lumbung pangan serentak adalah salah satu bentuk antisipasi menjaga kekurangan kebutuhan konsumsi dari dampak kebijakan penanggulangan Covid-19 yang diputuskan pemerintah.

"Bagaimana nantinya keberlangsungan kehidupan masyarakat Pamekasan ini bisa tetap berlanjut dan tanpa ada masalah kekurangan kebutuhan konsumsi," jelasnya.

"Jadi, mari kita berpikir bersama guna antisipasi dampak dari kebijakan yang sudah diambil Pemkab Pamekasan, agar supaya dampak yang ditimbulkan dari adanya Covid-19 ini bisa teratasi," ajak Fajar. (Ir/Fiq)

TerPopuler