Bocah Penderita Gagal Ginjal di Pamekasan Terkendala Biaya Berobat, Butuh Uluran Tangan -->


Bocah Penderita Gagal Ginjal di Pamekasan Terkendala Biaya Berobat, Butuh Uluran Tangan

Rabu, 27 Maret 2019, 2:16 PM
loading...
Khotija, bocah penderita gagal ginjal di Pamekasan hanya bisa menangis setiap hari di dekapan ibunya
Khotija, bocah penderita gagal ginjal di Pamekasan hanya bisa menangis setiap hari di dekapan ibunya. (Foto Ir/E-KABARI)

PAMEKASAN, E-KABARI.COM - Khotija, putri dari Marzuki dan Bunayyah, warga Dusun Sorok, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, menderita penyakit gagal ginjal.

Penyakit yang diderita bocah berumur 4 tahun tersebut diketahui sejak satu bulan lalu. Namun, kondisi yang serba kekurangan membuat orang tuanya tidak bisa berbuat apa-apa.

Padahal jika tidak sakit, Marzuki menuturkan anaknya akan mengikuti lomba cerdas cermat di Pondok Panyeppen Desa Palengaan, Pamekasan.

"Anak saya sakit sekitar satu bulan lalu. Sudah saya bawa berobat ke dokter spesialis anak, itupun saya harus pinjam uang ke tetangga. Hasil pemeriksaan anak saya menderita gagal ginjal, sama dokter disarankan ke rumah sakit umum, tapi kartu BPJS saya gak bisa dipakai lagi," ungkapnya, sedih, Rabu (27/03/2019).

Agar kartu BPJS-nya bisa digunakan, Marzuki diminta melunasi terlebih dahulu tunggakan mulai tahun 2014. Namun, hal itu dirasanya tidak mungkin dengan hanya bekerja serabutan.

"Dari mana saya dapat uang untuk melunasinya," ucap Marzuki, melas.

Sementara, kondisi anaknya kini sudah semakin parah. Seluruh badannya membengkak. Apalagi matanya, saking bengkaknya hingga tidak bisa dibuka. Suhu badannya juga sangat tinggi, sehingga setiap hari terus menangis.

"Saya bingung gimana caranya saya bisa membawa anak saya ke rumah sakit umum, agar supaya bisa segera ditangani dan anak saya bisa sembuh seperti sediakala," keluhnya, nyaris putus asa.

Sementara itu, Hasin selaku Plt Kepala Dusun Sorok mengaku sudah berupaya membantu keluarga Marzuki semampunya. Mulai dari mengurus surat-surat yang diperlukan, termasuk mengantar mereka ke dokter.

Kini, Hasin hanya bisa berharap kartu BPJS keluarga Marzuki bisa segera dilunasi. Sehingga, nantinya kartu itu aktif lagi dan bisa dipakai untuk berobat anaknya.

"Semoga saja ada jalan agar Khotija bisa segera dibawa ke rumah sakit umum dan bisa mendapatkan perawatan, sehingga bisa kembali sembuh," katanya, berharap ada tangan terbuka membantu Khadijah. (Ir/Fiq)

TerPopuler