Prihatin Potret Kehidupan Salah Satu Muridnya, SDN I Pademawu Barat Minta Bupati Kasi Solusi -->


Prihatin Potret Kehidupan Salah Satu Muridnya, SDN I Pademawu Barat Minta Bupati Kasi Solusi

Senin, 18 Februari 2019, 11:07 AM
loading...
Zainal Abidin, salah satu guru SDN I Pademawu Barat, Pamekasan saat menemui E-KABARI di ruang guru. (Foto Ir/E-KABARI)

PAMEKASAN, E-KABARI.COM - Merespon pemberitaan tentang kehidupan salah seorang anak didiknya, pihak SDN I Pademawu Barat, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur memiliki harapan besar kepada pemerintah daerah.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Zainal Abidin (45), salah satu guru di SDN I Pademawu Barat, di mana Tasya (8) _bocah perempuan yang viral lantaran membantu orang tuanya berjualan telur puyuh_ sedang menempuh pendidikan dasar.

Sebelumnya, murid SDN I Pademawu Barat itu viral oleh pemberitaan media online sejak Jumat (15/02/2019) karena rela berjualan di eks PJKA Pamekasan hingga larut malam. Ia mengaku melakukan hal tersebut agar bisa terus sekolah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebagai guru Tasya, Zainal pun mengungkapkan keprihatinan akan potret kehidupan muridnya itu.

"Saya awalnya kaget juga, sewaktu ada relawan yang mendatangi kami di sekolah dan menanyakan tentang Tasya. Karena kami sendiri selaku guru juga tidak tahu kalau Tasya berjualan telur di malam hari, seperti yang diberitakan sebelumnya," kata Zainal saat ditemui E-KABARI di SDN I Pademawu Barat, Senin pagi (18/02/2019).

Menurut Zainal, Tasya adalah salah satu di antara sekian murid SDN I Pademawu Barat yang kehidupannya tergolong tidak mampu. Apalagi, kata dia, bantuan dari pemerintah melalui sekolah banyak yang tidak tepat sasaran.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena penerima bantuan sudah ditentukan dari pusat. Padahal, masih banyak murid kami yang tidak mampu, juga yatim yang tidak mendapat bantuan," jelasnya.

"Kami berharap kepada Bapak Bupati Pamekasan H. Badrut Tamam, S.Psi. agar supaya bisa mengatasi masalah ini. Saya yakin ini juga terjadi di sekolah lainnya," imbuh Zainal.

Sementara itu, Imam Rahadi (50) selaku Kepala SDN I Pademawu Barat juga berharap hal yang sama. Ia meminta Bupati Pamekasan agar memikirkan dan mencarikan jalan keluar terkait bantuan yang tidak tepat sasaran tersebut.

"Saya berharap Bupati bisa mencarikan solusi terkait bantuan yang tidak tepat sasaran, juga masalah kekurangan guru pengajar. Terutama di sekolah kami ini, yang saat ini kami kekurangan 4 guru pengajar," ungkapnya penuh harap. (Ir/Fiq)

TerPopuler