Lagi, Bupati Busyro Lantik 11 Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Sumenep -->


Lagi, Bupati Busyro Lantik 11 Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Sumenep

Kamis, 31 Januari 2019, 9:32 PM
loading...
Bupati KH. A. Busyro Karim saat melantik sejumlah ASN eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Sumenep. (Foto Ist/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, KH A. Busyro Karim kembali melantik sejumlah pejabat administrator dan pengawas eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap sejumlah pejabat tersebut dilaksanakan di Aula Arya Wiraraja Kantor Pemkab setempat, Kamis (31/01/2019) pagi.

Di hadapan para pejabat yang dilantik dan para undangan yang terdiri dari Sekda Edy Rasiyadi,  Kepala BKPSDM Titik Suryati, serta para pimpinan OPD, Bupati Busyro membahas seputar kepemimpinan. Menurutnya, ada perbedaan antara pemimpin dan pimpinan yang perlu diperhatikan.

"Kadang kala pimpinan bisanya hanya menguras tenaga bawahannya dan bersikap otoriter seolah seorang bos. Sehingga yang terjadi, bawahannya bekerja tidak dengan sepenuh hati kecuali hanya sekadar memenuhi job," ujarnya, Kamis (31/01/2019).

Hal itu, lanjut Bupati Busyro, sangat berbeda dengan sifat seorang pemimpin. Di mana pemimpin idealnya mampu memotivasi dan selalu memberi contoh yang baik kepada bawahannya.

"Biasanya seorang pemimpin itu mampu memberikan sebuah energi positif terhadap bawahannya. Salah satu contoh apabila pemimpin itu tidak ada di tempat yang dipimpin, bawahannya tetap dan bisa bekerja dengan sepenuh hati tanpa terus dipantau karena sudah sadar akan tanggung jawabnya. Berbeda dengan bawahan yang hanya bekerja sungguh-sungguh apabila ada pimpinannya," paparnya.

Untuk itu, Bupati Busyro meminta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sumenep harus berusaha memiliki jiwa pemimpin dan mampu menempatkan dirinya sebagai pemimpin, lebih dari sekadar seorang ASN yang mempunyai jabatan tertentu di OPD. Hal tersebut harus dilakukan agar ASN yang menjadi pimpinan OPD bisa menyalurkan energi positif bagi jajaran dan lingkungan tempat kerjanya untuk memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan sekaligus menyelesaikan pekerjaannya.

"Marah-marah terhadap bawahan sungguh harus dihindari, supaya tidak ada jarak antara pimpinan dan bawahan, karena pimpinan dan bawahan harus searah tidak boleh berseberangan," tegasnya.

Sementara terkait mutasi kali kedua di bulan Januari 2019 tersebut, Bupati Busyro menyebut sebagai hal yang biasa. Mutasi itu, jelas dia, semata-mata untuk sebuah penyegaran dan memberi kesempatan kepada ASN untuk mengemban tanggung jawab lainnya.

"Jadi saya meminta kapada segenap pejabat yang hadir pada pelantikan hari ini agar meningkatkan koordinasi antar OPD di Sumenep. Sehingga, kemajuan Kabupaten Sumenep akan segera terwujud karena OPD antar OPD sudah selaras," harapnya.

Untuk diketahui, kali ini Pemkab Sumenep melakukan pergeseran atau mutasi jabatan kepada 11 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk pejabat administrator dan pengawas eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Selain itu, ada pula 1 pejabat fungsional belajar yang dikukuhkan sebagai Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).


Sebelumnya, pelantikan dan pengukuhan telah dilakukan kepada ratusan ASN yang dimutasi pada awal Januari lalu. Saat itu, ada 763 ASN yang terdiri dari pejabat administrator, pengawas, dan kepala sekolah yang diambil sumpah. (Fiq/*)

TerPopuler