Bupati Busyro Resmikan 7 Pasar Tradisional -->


Bupati Busyro Resmikan 7 Pasar Tradisional

Rabu, 30 Januari 2019, 6:15 PM
loading...
Bupati KH A. Busyro Karim didampingi Sekda, Kajari, dan Kadisperindag meresmikan tujuh pasar tradisional secara simbolis di pasar rakyat Desa Ganding, Kecamatan Ganding, Sumenep. (Foto Ist/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur KH A. Busyro Karim meresmikan tujuh pasar tradisional, Rabu (30/01/2019). Peresmian ketujuh pasar tersebut dilakukan secara simbolis di pasar rakyat Desa Ganding, Kecamatan Ganding, Sumenep ditandai dengan pemotongan pita.

Hadir dalam peresmian pasar tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep Edy Rasiyadi, Kadisperindag Sumenep Syaiful Bahri, Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, serta tujuh camat yang mendapatkan pembangunan pasar rakyat.

Adapun ketujuh pasar rakyat yang diresmikan oleh Bupati Busyro, yakni Pasar Ganding, Pasar Banasare Rubaru, Pasar Pasongsongan, Pasar Dasuk, Pasar Lenteng, Pasar Kolpo Batang-Batang, Pasar Rubaru, dan Pasar Gayam di Pulau Sapudi.

Bupati KH A. Busyro Karim dalam sambutannya menegaskan, revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat memiliki sebuah tujuan. Yaitu diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, utamanya para pedagang.

"Bagi masyarakat yang telah menempati pasar diharapkan agar menjaga dan merawat sebaik-baiknya agar tetap bersih dan rapi. Sehingga biar tidak terkesan kumuh seperti yang sebelumnya dan masyarakat tidak berbalik arah ke pasar modern," pesan Bupati.

Selanjutnya, orang nomor satu di Sumenep tersebut mengajak masyarakat untuk merubah pandangan terhadap pasar tradisional yang dianggap tidak selevel dengan pasar modern. Sebab saat ini, pasar tradisional sudah banyak yang direvitalisasi menjadi pasar semi modern.

"Pasar tradisional menurut pola pikir masyarakat terkesan kumuh, namun sekarang sudah menjadi pasar semi modern," ungkap Bupati Busyro.

Guna mewujudkan hal itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak tanggung-tanggung dalam mengalokasikan anggaran. Pada tahun 2017 lalu, anggaran infrastruktur pembangunan pasar tradisional sudah dialokasikan sebesar Rp 13 miliar.

Kemudian, di tahun 2018 pemerintah telah menambahkan alokasi anggaran hingga mencapai Rp 34 miliar. Dan pada tahun 2019 ini, akan dikucurkan kembali sebesar Rp 35 miliar lebih.

"Semua ini salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan," ujar Bupati Busyro.

Tak lupa, mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode itu mengimbau masyarakat pengguna pasar agar memerhatikan sejumlah hal. Selain menjaga kebersihan, masyarakat diminta menjaga aset yang dimiliki dengan sebaik-baiknya.


"Karena kebersihan itu merupakan salah satu pelayanan terhadap masyarakat, agar merasa nyaman dan sejuk. Terutama yang paling penting, adalah menjaga keamanannya," tandas Bupati Busyro. (Fiq/*)

TerPopuler