Ini Rekomendasi AMOS untuk Pengelolaan Wisata Sumenep -->


Ini Rekomendasi AMOS untuk Pengelolaan Wisata Sumenep

Minggu, 30 Desember 2018, 2:05 PM
loading...
AMOS saat berada di Wisata Pujon Kidul

SUMENEP, E-KABARI.COM - Usai melakukan Safari Jurnalistik ke Kabupaten Malang, Asosiasi Media online Sumenep (AMOS) membawa beberapa rekomendasi perihal pengelolaan wisata untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Catatan rekomendasi tersebut merupakan hasil AMOS belajar pengelolaan wisata ke Kabupaten Malang lewat Safari Jurnalistik, Jumat – Senin (21-24/12/2018) lalu.

Strategi Pengelolaan Wisata
Untuk menjadikan ujung timur Pulau Madura ini sebagai The Soul of Madura di bidang pariwisata, ternyata tidak cukup hanya memiliki jargon. Yang tidak kalah penting, sebenarnya adalah memahami potensi alam sebelum dikelola sebagai destinasi wisata.

Ketua AMOS, Ahmadi Muni mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep perlu merumuskan strategi pengelolaan sejumlah kawasan pariwisata, baik untuk wisata religi maupun wisata pantai.

“Mengkaji potensi wisata, merumuskan strategi pengelolaan kawasan wisata, harus didahulukan sebelum melangkah lebih jauh. Sumemep kaya akan potensi wisata, namun harus diakui, kita masih sangat minim perihal keseriusan pengelolaan,” terangnya, Minggu (30/12/2018).

Menurut Ahmadi, prioritas strategi pengelolaan pariwisata dapat ditarik kesimpulan sederhana berkenaan dengan peningkatan keyamanan terhadap wisatawan, pemberdayaan penduduk lokal untuk terlibat langsung, serta infrastruktur dan transportasi yang memadai.

“Berwisata itu untuk hiburan, makanya kenyamanan tempat wisata bagi pengunjung perlu benar benar diperhatikan, pemberdayaan penduduk sekitar wisata juga perlu dilibatkan secara langsung, termasuk memperhatikan infrastruktur dan akses transportasi,” imbuhnya.

Kelompok Sadar Wisata Jadi Corong Pariwisata
Di Kabupaten Malang, pariwisata berbasis masyarakat tumbuh subur. Semua itu tidak lepas dari peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang menjadi cikal bakal lahirnya wisata di tingkat pedesaan.

Mengapa butuh peran Pokdarwis? Karena yang bisa dikembangkan Pokdarwis tidak saja terfokus pada destinasi alam. Potensi lain yang dimilkiki setiap desa bisa turut dikembankan, baik sektor kuliner, handcraft, seni budaya dan lainnya yang bisa menjadi ikon wisata.

Untuk itu, dampak positif dari kunjungan wisata tentunya akan dirasakan langsung masyarakat. Seperti harapannya, Pokdarwis bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pemanfaatan produk lokal yang bisa dijual untuk pengunjung.

“Dengan menjadikan Pokdarwis sebagai corong pariwisata, pemberian peran terhadap penduduk lokal akan sangat efektif. Dengan itu pula, sumber daya manusia (SDM) akan tertata, destinasi, kuliner hingga buah tangan (oleh oleh) khas wisata. Sehingga bukan hanya sektor wisata yang hidup, potensi lain seperti perdagangan perindustrian sampai pertanian akan terberdayakan,” imbuh Ahmadi.

Sarana Promosi
Namun, yang tidak kalan penting dalam pengelolaan destinasi wisata adalah peran media sosial. Dengan dunia yang semakin tanpa batas, pendekatan teknologi menjadi sarana penghubung yang cukup efentif.

“Informasi di medsos bersifat real time dan cukup besar pengaruhnya di dunia yang serba digital ini. Itu sebabnya Pemerintah Sumenep perlu menjadikan media sosial sebagai sarana promosi pariwisata, pendekatan teknologi dinilai efektif, murah dan tetap sasaran, khususnya untuk menyasar kaum muda,” tandas Ahmadi. (Rif)

TerPopuler