Fakta Baru Mayat Iin Puspita dalam Lemari, Terungkap Saksi Kunci hingga Kronologi -->


Fakta Baru Mayat Iin Puspita dalam Lemari, Terungkap Saksi Kunci hingga Kronologi

Sabtu, 01 Desember 2018, 4:57 PM
loading...
Foto Iin Puspita semasa hidupnya yang kerap mengunggah foto kesehariannya di media sosial. (Kolase dok Facebook Iin Puspita/Tribun-Medan)

E-KABARI.COM - Pihak kepolisian menemukan fakta baru terkait kasus pembunuhan Ciktuti Iin Puspita (22) yang mayatnya disimpan dalam lemari oleh pelaku.

Iin Puspita yang tewas tersebut tinggal di kos 21 Jalan Mampangprapatan, VIII Gang Senang Kompleks Bapenas RT 3 RW 1, Tegal Parang, Mampangprapatan.

Berikut adalah fakta-fakta dari kasus pembunuhan tersebut, yang dirangkum dari TribunJakarta.com :

1. Ada Seorang Wanita yang Bisa Jadi Saksi Kunci
Sebelum korban dihabisi nyawanya oleh pelaku Sabtu (17/11/2018), terkuak bahwa korban mengajak pelaku NR untuk menemani empat pria langganan korban di sebuah tempat hiburan malam, namun bukan lokasi kerja keduanya.

Tak hanya bersama dengan NR,  korban juga ternyata mengajak satu lagi teman wanitanya untuk turut menemani empat pelanggan tersebut.

Menurut keterangan pihak kepolisian, wanita yang ikut bersama NR dan juga korban, bisa menjadi saksi kunci dari kasus pembunuhan ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar di kamar kos korban, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (23/11/2018).

"Ada seorang wanita lagi yang bersama korban dan pelaku untuk menemani empat pelanggan pria tersebut, nah wanita itu bisa jadi saksi kunci," kata Kombes Indra.

2. Dijanjikan 1,8 Juta oleh Korban
Diberitakan sebelumnya, bahwa pertikaian bermula lantaran perselisihan masalah uang.
Korban menjanjikan akan memberikan uang sebesar 1.2 Juta.

Namun, dihimpun dari laporan kepolisian, korban sebenarnya menjanjikan pelaku akan memberikan uang sebesar 1.8 Juta namun hanya diberikan sebesar 500 ribu.

Tips yang tidak sesuai dengan yang korban janjikan tersebut yang kemudian membuat NR sakit hati dan mengadukan hal tersebut pada pacarnya yang juga merupakan pelaku berinisial Y.

Hal ini disampaikan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar ketika proses rekontruksi tengah berlangsung di kamar kos korban, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (23/11/2018).

"Pelaku NR sakit hati dan mengadukan hal tersebut pada kekasihnya pelaku YAP," kata Indra.

3. Dijerat dengan Tali
Perselisihan tentang pembagian uang antara korban dan pelaku membuat terjadinya keributan.

Karena emosi Y memuncak, akhirnyania memukul korban dengan palu yang ada di dalam kamar.
Pelaku Y menghantam korban pada bagian atas kanan kepala hingga penuh dengan darah.

Fakta baru yang muncul yakni, pelaku tidak hanya memukul korban dengan palu, namun juga menjerat leher korban dengan seutas tali.

Jeratan yang dilakukan oleh pelaku tersebut dimaksudkan oleh pelaku untuk memastikan bahwa korban benar-benar dalam keadaan tidak bernyawa.

Setelahnya, korban sempat membersihkan darah korban untuk menghilangkan jejak.

Lalu, pelaku memasukkan korban ke dalam lemari atas usulan dari pelaku NR.

"Pelaku sempat membersihkan darah korban untuk menghilangkan jejak, hingga akhirnya memasukan korban ke dalam lemari seusai diusulkan oleh pelaku NR," kata Indra.

4. 13 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi
Rekonstruksi dilakukan oleh Polres Jakarta Selatan di rumah indekos korban di Jalan Senang, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Rekonstruksi digelar mlai pukul 14.00 WIB dan menghadirkan dua pelaku yakni Y dan NR.

Dari rekonstruksi tersebut, total ada 13 adegan yang diperagakan oleh pelaku untuk mencocokkan keterangan dan fakta yang didapatkan oleh pihak kepolisian.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar dari lokasi kejadian.

"Total ada 13 adegan yang diperagakan pelaku ketika menghabisi nyawa korbannya," ucap Kombes Indra, Jumat (23/11/2018).

Diketahui, rekonstruksi yang digelar dimulai ketika korban yang diperankan oleh seorang pengganti, tiba di kamar kosnya dan menendang pintu kamar.

Dari dalam kamar telah ada dua pelaku dan pada akhirnya terjadi cekcok hingga pelaku menghabisi nyawa korban.

Dari rekonstruksi tersebut pelaku Y memperagakan ketika dirinya menghantam korban menggunakan palu hingga terjatuh.

Usai korban terjatus, pelaku memperagakan bagiamana dirinya melilit leher korban dengan seutas tali dan memastikan korban benar-benar tewas.

Pelaku kemudian membawa korban kedalam kamar mandi.

Dari dalam kamar mandi, lalu pelaku memindahkan korban ke dalam lemari pakaian.

5. Korban Penggemar Doraemon
Adegan rekonstruksi yang digelar di dalam kamar korban, menunjukkan bahwa banyak panjangan di dalam kamar korban yang bertema tokoh kartun doraemon.

Taidak hanya boneka, pernak pernik seperti jam dinding, stiker, topi, sampai dengan seprai kasur kamr korban, bertema tokoh kartun doraemon.

Dari rekonstruksi tersebut, diketahui jika kamar korban dalam keadaan berantakan dan sejumlah pakaian da barang-barang lain banyak yang tercecer.

Selain itu,pintu lemari tempat korban ditemukan juga dalam keadaan rusak.

Dari kamar tersebut, juga masih terdapat bekas darah yang sudah mulai mengering di lantai kamar kos korban.

Kemudian, di dinding kamar kos korban, juga terdapat foto siluet keluarga yang diduga adalah keluarga lengkap korban.

Kondisi kamar kos wanita yang ditemukan tewas dalam lemari, Jumat (23/11/2018). (Foto Ist/TribunJakarta)

6. Warga Antusias Ikuti Rekonstruksi
Sejak pukul 13.00 WIB, warga yang terdiri dari berbagai kalangan baik muda, tua, remaja sampai dengan anak-anak tampak memadati lokasi rekonstruksi.

Seorang warga mengungkapkan bahwa dirinya penasaran ingin melihat pelaku pembunuhan itu.

"Iya penasaran mau liat pelakunya, tega banget sampe dibunuh dimasukin kedalam lemari," ucap seorang warga penasaran.

Diberitakan sebelumnya, penemuan mayat Iin Puspita sempat menghebohkan warga sekitar.

Kronologi Penemuan Mayat
Penemuan mayat tersebut bermula saat pembantu rumah kos yang mencium bau busuk dari kamar korban.

Hal tersebut dikatakan Wahyu Rowandi, selaku penjaga kos.

Pada Selasa siang, (19/11/2018), Wahyu bersama dengan pembantu bernama Rofik saling bertanya soal bau busuk yang begitu menusuk.

Kemudian kecurigaan mereka merujuk pada korban yang sudah tidak terlihat beberapa hari terakhir.

Kemudian Rofik memberanikan diri untuk membuka kamar setelah mengetuk pintu korban namun tidak menapatkan jawaban.

Saat mencari di area tempat tidur, Rofik tidak menemukan korban, begitupun saat ia mengecek kamar mandi.

Sementara bau busuk tersebut tercium di dekat area lemari dimana terdapat banyak lalat yang beterbangan.

Rofik pun mencoba untuk membuka lemari tersebut, di baliknya Rofik menemukan Iin Puspita yang sudah dikerubuti lalat dengan badan penuh bekas luka.

Kemudian Rofik dan Wahyu melaporkan hal tersebut kepada pemilik kos, Anita.

Setelah Anita mengecek kamar korban, selanjutnya ia melaporkannya kepada Polsek Mampang.

Pelaku Sempat Diusir Korban
Dijelaskan oleh Ketua RT 03 RW 01 Tegal Parang, Mamnun sempat ada dua orang yang menginap di kamar kos korban.

"Kejadiannya kayaknya malam Minggu, penjaga kosan bilang ada dua temennya laki dan perempuan menginap di sana," jelas Mamnum dikutip dari Tribunjakarta.com.

Menurut keterangan Mamnum, korban merasa terganggu dengan kehadiran kedua temannya tersebut.

Korban pun meminta penjaga kos untuk mengusir mereka.

Ketika diusir melalui penjaga kos,kedua orang tersebut tak ingin keluar.

"Bahkan Iin bilang ke penjaga kos untuk mengusir kedua temannya itu. Tapi mereka enggak mau keluar," tambah Mamnum, Selasa (20/11/2018).

Saat mendapati mayat Iin di dalam lemari, dua orang tersebut sudah tidak diketahui keberadaanya.

"Dicari temennya udah enggak ada, penjaga kosannya juga enggak tahu mereka kemana. Enggak ada yang tahu," kata Mamnun.

Mamnum mengungkapkan bahwa dirinya tidak begitu mengenal sosok Iin, pasalnya Iin bekerja pada sore hari dan pulang ketika hari sudah malam.

"Dia kerja kan sore hari sampai malam, naik ojek online ke menara Jamsostek. Jarang bertemu. Yang saya tahu dia orangnya cantik," terang Mamnum.

Dua pelaku pembunuh Iin, Y (24) dan R (17) tiba dari Jambi pada Kamis (22/11/2018) di Bandara Soekarno-Hatta, sekira pukul 11.41 WIB di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (22/11/2018). (Foto Ist/TribunJakarta.com)

Pelaku Ditangkap
Kedua pelaku berhasil diamankan di daerah Jambi, sekitar pukul 17.30 WIB.

"Pelaku dua orang pria berinsial YAP dan wanita berinisial R, diamankan di daerah Jambi," ucap Indra Jafar dikutip dari TribunJakarta.com, Selasa (20/11/2018).

Indra mengungkapkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Polda Jambi dalam melakukan penyelidikan.

"Setelah dilakukan pendalaman, kami berkoordinasi dengan pihak Polda Jambi untuk mengamankan pelaku," ucap Indra.

Kedua pelaku kemudian digelandang ke Jakarta untuk dilakukan proses pemeriksaan.

"Iya sekarang kedua pelaku tengah diperjalanan menuju kesini (Jakarta) ya," ucap Indra.


Sumber: TribunWow via Tribun-Medan

TerPopuler