Buka Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN di Sumenep, Ini Pesan Presiden RI -->


Buka Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN di Sumenep, Ini Pesan Presiden RI

Senin, 29 Oktober 2018, 9:41 AM
loading...

SUMENEP, E-KABARI.COM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka langsung Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) V di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (28/10/2018).

Presiden Jokowi mengatakan, dalam festival yang dihadiri oleh para Raja, para Sultan, para Pangeran, para Pemangku Adat anggota Forum Silaturahmi Keraton Nusantara ini, bisa dilihat, betapa perbedaan-perbedaan sangat kelihatan.

“Berbeda agama, berbeda adat, berbeda tradisi, berbeda suku. Inilah anugerah yang diberikan Allah SWT terhadap bangsa kita Indonesia. Sekali lagi, berbeda suku, berbeda agama,” kata Presiden Jokowi,

Jokowi jugw mengingatkan, perbedaan-perbedaan itu akan menjadi sebuah potensi dan kekuatan apabila bangsa bersatu, dan rukun.

"Karena itu, jangan sampai nanti Indonesia maju dalam teknologi tapi mundur dalam kebudayaan, mundur dalam peradaban. Jangan sampai ini terjadi, kemajuan Indonesia harus tetap mengakar kuat pada kearifan lokal Nusantara,” ujar jokowi

Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan kepada semuanya untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan sebagai aset terbesar bangsa Indonesia. Dan jangan sampai terjebak pada pusaran ujaran kebencian, pusaran fitnah, pusaran hoaks.

“Bukan nilai seperti itu yang diajarkan oleh nenek moyang kita, oleh leluhur kita. Bukan sikap seperti itu yang ditunjukkan oleh para raja, para sultan, dan para pemimpin kerajaan-kerajaan Nusantara di masa lalu,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Sumenep, A Busyro Karim, sangat bertirimakasih atas kehadiran Presiden Jokowi untuk membuka acara FKMA.

"Terimakasih, ahlan wasahlan, selamat datang bapak Presiden Jokowi di Kabupaten Sumenep dalam rangka FKMA ini," terangnya.

Untuk diketahui kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 300 raja, sultan, permaisuri, ratu, dan pangeran yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), serta perwakilan dari negara ASEAN seperti Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia. (Red)

TerPopuler