Muharram Berbagi Esto Lubangsa Putri, IKSTIDA Annuqayah Santuni Yatim dan Duafa -->

Muharram Berbagi Esto Lubangsa Putri, IKSTIDA Annuqayah Santuni Yatim dan Duafa

Selasa, 09 Agustus 2022, 12:26 PM
loading...
Muharram Berbagi Esto Lubangsa Putri, IKSTIDA Annuqayah Santuni Yatim dan Duafa
Pengurus IKSTIDA Annuqayah Lubangsa Putri Guluk-Guluk, Sumenep saat menyerahkan santunan kepada anak yatim dan duafa di Desa Banuaju Timur, Kecamatan Batang-Batang, Senin (8/8/2022). (Foto for E-KABARI)


SUMENEP, E-KABARI.com - Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Putri Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur gelar kegiatan 'Muharram Berbagi Esto Lubangsa', Senin, 8 Agustus 2022.


Kegiatan berisi santunan kepada anak yatim dan kaum duafa tersebut sudah berjalan sejak 6 tahun lalu, dengan tujuan menyemarakkan momen Hari Asyura atau 10 Muharram.


Ketua Ikatan Keluarga Santri Timur Daya (IKSTIDA) Annuqayah Lubangsa Putri Nurul Imamah menyampaikan, 'Muharram Berbagi Esto Lubangsa' merupakan program Ponpes Annuqayah Lubangsa Putri di bawah naungan Pengurus Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (P2O).


Dalam merealisasikan program tersebut, pengurus P2O Ponpes Annuqayah Lubangsa Putri melibatkan 6 organisasi daerah (Orda). Yakni Ikatan Keluarga Santri Timur Daya (IKSTIDA), Persatuan Santri Lenteng (Persal), Ikatan Santri Pantai Utara (IKSAPUTRA), Ikatan Santri Guluk-Guluk Ganding (IKSAGG), Ikatan Santri Pamekasan-Sampang (IKSAPANSA), dan Ikatan Santri Jawa (IKSAJ).


"Setiap 10 Muharram, delegasi dari 6 Orda turun langsung ke berbagai daerah sesuai zona yang telah ditentukan untuk melakukan santunan kepada anak yatim dan duafa," kata Nurul Imamah, Senin, 8 Agustus 2022.


Untuk IKSTIDA yang menaungi santri dari Kecamatan Batuputih, Gapura, Batang-Batang, dan Dungkek, pada 10 Muharram 1444 H kali ini menyasar Desa Banuaju Timur, Kecamatan Batang-Batang sebagai lokasi 'Muharram Berbagi Esto Lubangsa'.


Selain untuk menyemarakkan 10 Muharram 1444 H, Nurul Imamah menjelaskan, kegiatan itu dalam rangka berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan kaum duafa.


"Tak kalah pentingnya, dengan kegiatan tersebut kami para santri bisa belajar membiasakan peduli terhadap sesama," jelas santri asal Kecamatan Dungkek itu.


Imamah menambahkan, santunan kepada para anak yatim dan kaum duafa berupa paket sembako. Isinya beras, minyak goreng, kopi, gula, mie instan dan rempah-rempah.


"Semoga santunan yang tidak seberapa itu bisa meringankan kebutuhan hidup mereka," harap Nurul Imamah. (Rfq)

TerPopuler