Sastra Puisi, Jalur Santri Menjadi Sufi -->


Sastra Puisi, Jalur Santri Menjadi Sufi

Minggu, 25 April 2021, 10:21 PM
loading...
Seminar Kepenulisan Puisi
Kolase foto pamflet Seminar Kepenulisan Puisi yang digelar LPJ Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata dan tangkap layar sebagian materi dari narasumber. (Foto for E-KABARI)


PAMEKASAN, E-KABARI.com – Lembaga Pengembangan Jurnalistik (LPJ) Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan kembali menggelar Seminar Kepenulisan.


Seminar tersebut berlangsung via WhatsApp di Grup Buletin Iqro’ pada tanggal  21 April 2021 Kemarin. Seminar yang bertajuk, “Sastra Puisi Jalur Santri untuk Menjadi Sufi” wakti itu dimulai pada pukul 20.00 WIB setelah shalat Taraweh.


Adapun acara dalam seminar itu dimulai pembukaan, sambutan Ketua Komunitas, Pengenalan Pemateri, Penyampaian Materi, Sesi Tanya Jawab, Pemberian Cenderamata, dan terakhir ditutup dengan doa.


Seminar yang dilaksanakan secara online ini menjadi sorotan kalangan santri putri. Banyak yang ingin mengikuti kegitan untuk mengisi kekosongannya saat libur pesantren. Salah satunya seperti diungkakan Amroh Amilia, santri asal Bangkalan.


“Ya sekadar mengisi kekosongan, dan menambah wawasan tentang dunia literasi” tuturnya usai mengikuti seminar.


Meski dengan waktu yang singkat, seminar tak mengurangi isi materi yang disampaikan oleh narasumber. Antusiasme para santri sangat tinggi, terbukti dengan penanya yang sangat banyak hingga sesi tanya jawab harus ditunda pada malam selanjutnya.


Seminar kedua yang digelar Redaksi Buletin Iqro' tersebut mengundang narasumber dari luar Madura, berdarah asli Banyuwangi, Aulia Vika Windy Setyani, didampingi oleh Shilvi Salsabila sebagai moderator.


Vika, sapaan akrabnya merupakan salah satu penulis yang sudah menerbitkan beberapa karya, salah satunya buku Antologi Puisi yang berjudul “Senandung Kata” terbitan 2020.


Vika juga aktif menulis di beberapa platform media sosial seperti Instagram dan Wattpad. Di samping aktif di medsos sebagai penulis, ia ternyata juga seorang karyawan apotek.


Banyak yang Vika paparkan tentang puisi mulai dari kiat menulis puisi untuk pemula hingga struktur puisi. Pemaparan yang jelas dan mudah dimengerti mengenai materi yang disampaikannya terasa friendly (asyik). Ini terbukti dari penuturan salah satu peserta seminar bernama Hamida pada malam itu.


"Seminarnya gak garing ya, apalagi pematerinya asyik. Materinya juga sangat mengena dengan tema. Tema yang diambil oleh tim redaksi Buletin Iqro' kali ini sangat bagus karena memang puisi bisa dijadikan media dakwah. Intinya mantap buat seminar kali ini," ujar Hamida.


Ada alasan tertentu mengenai pengambilan tema seminar kali ini, tak lain untuk mengambil kesimpulan atau faidah yang dipaparkan oleh KH. Kuswaidi saat seminar pada Pekan Ngaji 6 kemarin.


Hal ini disampaikan langsung oleh Ma’ruf selaku Pimpinan di Lembaga Pengembangan Jurnalistik dan Pemred Redasi Buletin Iqro'. Saat ini, Aruf, sapaan akrabnya tengah proses penyelesaian skripsi S1 di kampus Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan.


Keinginan untuk mewadahi kawan-kawannya untuk lebih memperdalam lagi dunia sastra selalu terpatri dalam diri pemuda asal Bangkalan itu. Sebab dengan puisi, menurutnya bisa mencurahkan isi hati.


"Dengan puisi kita bisa mencurahkan isi hati kita melewati tulisan yang berbau Islami dan lebih mencurahkan hati secara agama atau sesuai akidah, seperti halnya tokoh Jalaluddin El Rumi," tutur Aruf.


Pemuda yang mempunyai nama pena Aruf Kenzo itu berharap setelah adanya seminar teman-temannya bisa membuat karya yang lebih fantastis lagi, lebih berakidah lagi hingga sampai ke ketingkatan karya sufi. Meski tidak sampai ke tingkatan tersebut, dia berharap setidaknya hampir sampai.


"Oleh karenanya, dengan seminar yang mengundang pemateri hebat kita dari Banyuwangi yaitu Mbak Vika, saya harap temen-temen memperaktikkan apa yang disampaikan hingga menyamai Mbak Vika dalam komitmen berkarya, khususnya seperti antologi puisi," papar Aruf.


Dengan demikian, seminar kepenulisan yang digelar LPJ tak hanya bisa untuk mengisi waktu luang santri Bata-Bat saat liburan pesantren saja. Namun, untuk mengasah kemampuan dan memberi dorongan agar santri terus berkarya. (Lai/Fiq)

TerPopuler