Warga Pamekasan Ini Menikmati Tahun Baru di Gubuk Reyot -->


Warga Pamekasan Ini Menikmati Tahun Baru di Gubuk Reyot

Jumat, 01 Januari 2021, 10:28 AM
loading...
Gubuk Reyot
Khusnul Khotimah (43) bersama ibunya yang lumpuh juga budenya yang sudah lanjut usia di dalam rumahnya yang hampir roboh di Dusun Oberen, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. (Foto Ir/E-KABARI)


PAMEKASAN, E-KABARI.COM - Pergantian tahun baru pastinya sangat dinanti dengan rasa bahagia oleh semua orang. Akan tetapi, tidak untuk keluarga Khusnul Khotimah.


Warga Dusun Oberen, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Pamekasan ini, harus dengan susah payah menghidupi ibunya yang lumpuh, dan budenya yang sudah lanjut usia.


Khusnul Khotimah (48) yang bekerja hanya sebagai buruh tani musiman, saat ini merasa sangat khawatir dengan nasib keluarganya.


Bagaimana tidak, selain ibu yang sudah lumpuh dan bude yang sudah sangat lanjut usianya, kondisi gubuk tempat Khusnul Khotimah tinggal bersama dua keluarganya itu hancur dan hampir roboh.


Dari jauh, sangat jelas rumah berdinding anyaman bambu yang ditinggali ketiga anak beranak itu sudah tidak layak huni.


Gubuk Reyot
Gubuk reyot yang ditinggali Khusnul Khotimah (43) bersama ibu dan budenya di Dusun Oberen, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. (Foto Ir/E-KABARI)


Apalagi dari dekat, makin tampak dinding yang bolong di sana sini, selain atap genteng yang tak kalah parah kerusakannya.


Dalam kondisi demikian, Khusnul mengaku tidak tahu harus berbuat apa. Warga Desa Murtajih itu hanya bisa pasrah dan berdoa, mengingat dirinya seorang perempuan dan hanya bekerja sebagai buruh tani musiman.


"Mungkin tinggal nunggu waktu saja robohnya rumah saya ini, Mbak," kata Khusnul bernada pasrah, ketika ditemui E-KABARI.COM, Jumat (1/01/2021) pagi.


Bila hujan datang, tak perlu deras, Khusnul dan keluarganya bukan hanya kehujanan. Kata dia, gubuk reyot itu pasti kebanjiran.


Pasalnya, bagian atap sudah hancur dan terbuka karena dimakan usia bangunan.


Tak terbayangkan, bagaimana Khusnul Khotimah tinggal di gubuk reyot tersebut ketika hujan deras disertai angin kencang.


"Kalau hujan deras dan angin kencang, saya, ibu, dan bude takut, Mbak. Tapi kami hanya bisa berdoa saja," ungkapnya.


"Kalau untuk dimakan saya dapat BPNT dari Pemerintah, tapi untuk benahi rumah ini sangat mustahil bagi saya," imbuh Khusnul.


Saat ini, warga Dusun Oberen itu hanya bisa berdoa dan berharap ada keajaiban juga pertolongan dari Allah melalui Pemerintah, para donatur, dermawan, dan relawan, sehingga rumahnya bisa dibenahi.


"Semoga saja doa saya selama ini dikabulkan oleh Allah SWT, Aamiin," ucap Khusnul sedih dan penuh harap. (Ir/Fiq)

TerPopuler