LPM Retorika Sumenep Gelar Pelantikan dan FGD tentang Pers Kampus -->


LPM Retorika Sumenep Gelar Pelantikan dan FGD tentang Pers Kampus

Senin, 19 Oktober 2020, 8:58 PM
loading...

LPM Retorika STKIP PGRI Sumenep
Pelantikan Pengurus LPM Retorika STKIP PGRI Sumenep Periode 2020-2021, Senin (19/10/2020). (Foto Helmy/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Retorika STKIP PGRI Sumenep gelar Pelantikan Pengurus Periode 2020-2021 dan Fokus Grup Diskusi (FGD) di tentang Pers Kampus, Senin (19/10/2020).


Acara yang berlangsung di Kantor MWC NU Bluto tersebut dihadiri oleh Ketua STKIP PGRI Sumenep, Asmoni, alumni LPM Retorika sekaligus staf Humas STKIP PGRI Sumenep, Khairil Anwar, Sekjend PPMI DK Madura, Abd Gafur, dan LPM se-Kabupaten Sumenep.


Bukhari Muslim selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan hari ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, pelantikan pengurus LPM Periode 2020-2021 dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB, sedangkan sesi FGD dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB.


"Konsep itu sengaja kita lakukan untuk mengondisikan kuota forum agar tidak lebih dari 50 orang. Sebab, kondisinya sedang pandemi Covid-19," jelas Bukhari pada E-KABARI.COM, Senin (19/10/2020).


Untuk narasumber FGD, pihaknya menghadirkan Hendriyanto Kabiro Radar Madura Sumenep, Ahmad Sa'i Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), Abd Gafur Sekjend PPMI DK Madura, dan Khairul Asiah Humas STKIP PGRI Sumenep.


"Bu Humas diwakili oleh Kak Khairil Anwar, staf Humas karena berhalangan. Kita juga sengaja mengundang Farida presenter RRI Sumenep sebagai moderator," ujar Bukhari.


Untuk panelis FGD tersebut, panitia mengundang perwakilan LPM se-Kabupaten Sumenep masing-masing 2 orang.


Adapun tema yang dibahas di dalamnya yaitu "Menakar Idealisme Pers Mahasiswa di Tengah Himpitan Oligarki Kampus".


Pimpinan Umum (PU) LPM Retorika, Moh. Busri menjelaskan, pihaknya sengaja mengangkat tema itu guna membuktikan sejauh mana kampus STKIP peduli pada LPM Retorika sebagai media kampus.


"Untuk menemukan titik temu peran pers mahasiswa, apakah ingin digiring sebagai humas kampus, kritikus kampus, atau advokad kampus," terangnya.


Ke depan, Busri berharap pers kampus bisa menjadi wadah informasi yang independen dan konsisten dalam menulis.


"LPM harus bisa menjadi wadah pers mahasiswa yang profesional dan konsisten dalam mengawal polemik dunia kampus ataupun sosial di luar kampus," tambahnya.


Tak hanya itu, acara pelantikan dan FGD tadi pagi juga diisi dengan launching buku kumpulan esai Busri yang berjudul "Titik Hitam di Pundak Mahasiswa".


"Iya, itu buku perdana saya yang sengaja di-launching di pelantikan," jelas PU LPM Retorika Periode 2020-2021 itu. (Helmy/Fiq)

TerPopuler