Perpus Sumenep Sudah Buka Layanan Umum Lagi, Ini Syaratnya -->


Perpus Sumenep Sudah Buka Layanan Umum Lagi, Ini Syaratnya

Rabu, 02 September 2020, 4:01 PM
loading...
Perpus Sumenep Sudah Buka Layanan Umum Lagi, Ini Syaratnya
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep, Chairul A. HD, SE, MM. (Foto WY/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sudah buka Layanan Umum lagi sejak tanggal 18 Agustus 2020 lalu.

Pembukaan layanan umum di tengah New Normal ini tentu saja dengan syarat tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19.

"Kami telah membuka layanan perputakaan bagi masyarakat dengan tetap koordinasi dengan Gugus Covid-19," kata Kepala Bidang Perpustakaan DPK Sumenep, Chairul A. HD, SE, MM, Rabu (2/09/2020).

Dalam pelayanan tersebut, lanjut Kabid Chairul, pihaknya membatasi hanya 20 orang yang bisa masuk ke ruangan perpustakaan dengan batas waktu 30 menit.

"Para pengunjung perpustakaan harus mematuhi protokol kesehatan dengan wajib memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak," tegasnya kepada E-KABARI.COM.

Chairul juga telah memasang banner pengumuman bahwa layanan perpustakaan umum telah dibuka kembali di tiga titik, yakni di Taman Adipura, timur Rumdis Bupati dan di depan Kantor Perpusda Sumenep.

"Kami berharap dengan dibukanya lagi layanan perpustakaan umum masyarakat bisa kembali memanfaatkan ruang untuk lebih banyak belajar melalui membaca buku yang ada di Perpusda, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan," ungkapnya.

Sedangkan untuk layanan Perpustakaan Keliling seperti yang sering dilakukan areal Taman Adipura dan sekolah-sekolah, Chairul masih menunggu intruksi dari pimpinannya.

"Mengingat pembelajaran masih kurang efektif, maka untuk Perpustakaan Keliling (Pusling) masih mau koordinasi dengan pihak sekolah dan yayasan," terangnya.

Bahkan, Pusling untuk wilayah sekolah yang terpencil juga masih belum efektif, mengingat KBM di pelosok masih belum aktif.

"Program kunjungan ke sekolah yang ada di pelosok belum aktif, yang biasanya kami menyertakan pendongeng ke lembaga yang ada di pelosok," ujar Chairul.

"Demi meningkatkan minat belajar siswa-siswi yang ada di lembaga pelosok, kami akan menghadirkan pendongeng untuk Pusling," pungkasnya. (WY/Fiq)

TerPopuler