DPRD Sumenep Minta Gudang Beli Tembakau Petani Tidak Terlalu Murah -->

DPRD Sumenep Minta Gudang Beli Tembakau Petani Tidak Terlalu Murah

Sabtu, 29 Agustus 2020, 7:56 AM
loading...
DPRD Sumenep Minta Gudang Beli Tembakau Petani Tidak Terlalu Murah
Ketua Komisi II DPRD Sumenep, H. Subaidi. (Foto IST/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM - Petani tembakau di Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali resah. Pasalnya, harga daun emas ini hingga kini belum menguntungkan petani.

Bukan hanya tahun ini, masa panen sebelumnya juga anjlok. Bahkan, banyak tembakau petani yang tidak terserap.

Selain harga tembakau kurang berpihak kepada petani, regulasi jual beli tembakau juga tidak ada. Hal itu menambah kegalauan para petani di Sumenep.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, H. Subaidi mengatakan, sampai saat ini garam dan tembakau merupakan komuditas yang tidak diatur oleh pemerintah.

“Regulasi yang mengatur harga tembakau itu gak ada, karena tembakau masih diklasifikasikan sebagai barang bebas yang tidak ada aturan harga dan volumenya. Untuk garam dan tembakau terkait harga sampai hari ini tidak diatur,” terang Politisi PPP itu.

Menurut Subaidi, pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak terhadap petani. Karena  regulasi yang mengatur tentang harga tembakau terkendala belum adanya dasar dari pemerintah pusat untuk harga tembakau.

Saat ini, pemerintah hanya bisa berusaha semaksimal mungkin agar perusahaan yang menampung tembakau petani menggunakan hati nurani, supaya bisa menstabilkan harga tembakau dan tidak membuat petani merugi.

“Tentu kami berusaha sebaik mungkin agar gudang penampung tembakau petani membeli dengan harga yang sesuai. Kami meminta dan menekan pergudangan untuk membeli tembakau jangan terlalu murah, menggunakan hati nurani karena kasihan masyarakat,” ucapnya.

Bahkan, Komisi II DPRD Sumenep sudah memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan pihak gudang, serta perwakilan kelompok tani.

"Ada tiga perwakilan pabrik yang hadir, PT Gudang Garam, PT Djarum dan Wismilak," terang Subaidi, beberapa waktu lalu.

Politisi PPP itu menambahkan, meski tidak dapat menentukan harga pokok produksi atau harga pokok penjualan (HPP), adanya koordinasi tersebut diharapkan bisa memaksimalkan harga tembakau tahun ini.

"Khusus tembakau dan garam, harganya memang tidak bisa tentukan, yang menentukan harga itu pasar. Jadi, kami meminta pabrikan menyerap tembakau petani Sumenep dengan menggunakan hati nurani," imbuh Subaidi.

Lebih dari itu, Komisi II DPRD Sumenep juga meminta semua OPD terkait untuk bisa lebih mengoptimalkan kerja sama dengan pabrikan penyerap tembakau. (Rif/Fiq)

TerPopuler