Bupati Pamekasan Buka Kick Off Sensus Penduduk 2020, Ini Harapannya -->


Bupati Pamekasan Buka Kick Off Sensus Penduduk 2020, Ini Harapannya

Senin, 31 Agustus 2020, 9:23 PM
loading...
Sensus Penduduk
Bupati Pamekasan, H. Baddrut Tamam, S.Psi saat melepas pencacah penduduk dalam pada Kick Off Sensus Penduduk 2020, Senin (31/8/2020). (Foto IST/E-KABARI)


PAMEKASAN, E-KABARI.COM – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam membuka Kick Off Sensus Penduduk Tahun 2020 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan.


Pembukaan Kick Off Sensus Penduduk Tahun 2020 tersebut dilaksanakan di Pendopo Agung Ronggosukowati, Senin (31/08/2020).


Bupato Baddrut Tamam mengatakan, keakuratan data dapat mempengaruhi sistem dan kinerja pemerintahan. Hal ini menjadi salah satu alasan pentingnya sensus.



“Kita tidak mungkin bisa bekerja dengan luar biasa jika data tidak akurat. Sebaliknya, dengan data yang akurat dan sistem yang bagus, insyaallah kita bisa bekerja dengan maksimal,” jelasnya, Senin (31/8/2020).


Baddrut berharap keinginan Presiden Indonesia untuk mendapatkan data yang akurat dapat tercapai dengan baik melalui sensus penduduk 2020 ini.


“Mudah-mudahan dengan sensus ini, kita bisa mendapatkan data yang akurat, yang valid. Dan mudah-mudahan setelah data ini terkumpul, sensus ini bisa terselesaikan denngan baik,” harapnya.


Sementara Kepala BPS Pamekasan, Dicky Hariyadi mengatakan, sensus akan dilakukan mulai tanggal 1-15 September 2020.


Untuk menyelesaikan tenggang waktu 15 hari tersebut, pihaknya akan mengerahkan petugas sensus sebanyak 748 orang.


Ratusan petugas yang telah dibekali pengetahuan sensus tersebut akan disebarluaskan di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan.


“Sekalipun malam hari sensus penduduk tetap akan dilakukan petugas pada tanggal tersebut. Sebab, pada tanggal 15 September 2020 ini adalah momen puncak sensus penduduk,” jelas Dicky.


Untuk mendukung kerja ratusan petugas tersebut, lanjut Dicky, sensus akan dibantu oleh 60 koordinator statistik yang akan dikerahkan di seluruh kecamatan.


"Pada tanggal 15 September itu tidak boleh ada warga yang terlewat tidak terdata. Barangkali ada masyarakat yang tinggal di emperan (pelosok) dan pelabuhan yang belum terdata, maka akan kita catat semuanya," tegas Kepala BPS itu.


Untuk menjamin semua penduduk di Pamekasan terdata keseluruhan, Dicky juga mengimbau ratusan petugas dan 60 koordinator statistik untuk berkoordinasi dengan dengan para tokoh setempat.


“Sehingga, para petugas sensus penduduk ini saat akan turun ke lapangan nanti dibantu oleh Kepala Dusun, Pengurus RT dan RW,” pungkasnya. (ADV/Ir/Fiq)

TerPopuler