Halaqah Peringatan HSN DPC PKB Sumenep, Zawawi Imron: Santri Jangan Tinggalkan Akhlak -->


Halaqah Peringatan HSN DPC PKB Sumenep, Zawawi Imron: Santri Jangan Tinggalkan Akhlak

Senin, 04 November 2019, 12:17 PM
loading...
Halaqah Peringatan HSN DPC PKB Sumenep, Zawawi Imron: Santri Jangan Tinggalkan Akhlak
Halaqah Peringatan Hari Santri Nasional oleh DPC PKB Sumenep, Senin (4/11/2019). (Foto Helmy/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM -  Halaqah Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumenep, Senin (4/11/2019) menghadirkan budayawan Nasional, KH. D. Zawawi Imron.

Pada kesempatan tersebut, Pak D, panggilan Sang Celurit Emas menegaskan, saat ini para pemuda-pemudi di Indonesia terbelit dengan kemajuan teknologi yang cenderung tidak lepas dari pesan-pesan singkat di media sosial

"Anak-anak muda Indonesia baik santri atau non santri tidak lepas dari 100 SMS atau WA. Tetapi tidak pernah mengingat Rasulullah satu kali saja di luar shalat," ungkapnya.

Budayawan asli Sumenep itu tidak melarang anak-anak Indonesia untuk mengikuti arus perkembangan. Asalkan, tegas dia, mengikuti perkembangan tersebut tidak sampai pada hakikatnya, apalagi sekadar ikut-ikutan.

Yang paling penting, Pak D berpesan agar santri tidak meninggalkan akhlak dan senantiasa berpikir jernih dalam setiap tindakan.

"Ikutilah perkembangan zaman, tapi jangan hakikatnya. Berpikirlah kamu dengan hati yang jernih," pesan budayawan, penyair, sekaligus dai asal Batang-Batang itu.

Apa yang disampaikan Pak D tersebut awalnya dibetik oleh KH. M . Kamalil Irsyad sebagai pemandu dialog. Menurutnya, saat ini banyak pergeseran nilai yang terjadi di kalangan santri, baik dari sisi keilmuan, kebudayaan dan jati diri pada santri itu sendiri.

"Santri sudah kehilangan subtansi keilmuan dan kehilangan kebudayaannya," kata Kiai Irsyad.

Selain Pak D, kegiatan bertajuk ‘Peran Strategis Santri dalam Pembangunan di Sumenep’ tersebut juga menghadirkan Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim sebagai pembicara kedua.

Menurut Bupati, untuk membangun Sumenep semua elemen harus terlibat di dalamnya. Ia pun menyinggung tentang pemberdayaan ekonomi pesantren yang dalam kesempatan tersebut mencontohkan perekonomian Pondok Pesantren Sidogiri.

“Upaya meningkatkan pemberdayaan harus dilakukan oleh seluruh elemen, termasuk santri, untuk membangun Kabupaten Sumenep. Aksi-aksi kemanusiaan juga harus selalu ditegakkan," kata Bupati Busyro.

Halaqah Peringatan Hari Santri yang berlangsung di Aula Graha Gusdur lantai II Kantor DPC PKB Sumenep, Jl. Imam Bonjol No. 35 Pamolokan Sumenep tersebut, dibuka dengan pembacaan surat Ummul Qur’an dan disusul dengan pembacaan Shalawat Nariyah bersama.

KH. Imam Hasyim selaku Ketua DPC PKB Sumenep mengatakan, pelaksanaan peringatan hari santri tersebut untuk mengenang peran santri dan ulama pada zaman dahulu yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

"Kegiatan ini untuk memperingati santri dan ulama yang berjuang dalam kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Kiai Imam.

Di akhir acara, halaqah tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta bergantian mengajukan pertanyaan seputar tema yang dijawab oleh kedua pembicara. (Helmy/Fiq)

TerPopuler