Hadiri Istighasah dan Parade Budaya HSN 2019, Wabup Fauzi Minta Kaum Santri Tegakkan Nilai-Nilai Kesantrian -->

Hadiri Istighasah dan Parade Budaya HSN 2019, Wabup Fauzi Minta Kaum Santri Tegakkan Nilai-Nilai Kesantrian

Sabtu, 19 Oktober 2019, 11:11 PM
loading...
Hari Santri Nasional di Sumenep
Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi ketika menghadiri kegiatan Istighasah dan Parade Budaya Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di halaman Masjid Jamik Sumenep. (Foto IST/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM - Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi meminta kaum santri terus menegakkan nilai-nilai kesatrian ketika menghadiri Istighasah dan Parade Budaya Hari Santri Nasional (HSN) 2019, di depan Masjid Jamik Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/10/2019) malam.

Pada momentum peringatan HSN di Kabupaten Sumenep tahun ini, kata dia, kaum santri harus menciptakan suatu dampak positif untuk membangkitkan kesadaran seluruh elemen masyarakat agar terus berkontribusi membangun bangsa.

“Para santri jangan terbuai dengan sejarah masa lalu, dan jangan pula terlena dengan kondisi saat ini. Biarpun peran kaum santri telah diakui dan mendapatkan peran di berbagai organisasi baik pemerintah maupun swasta, namun semangat menegakkan nilai-nilai santri harus terus dilakukan,” tegas Wabup Fauzi.

Politisi PDI-P Sumenep itu juga mengajak kaum santri bersama-sama menjaga bangunan negeri yang telah didirikan dengan darah, air mata dan perjuangan oleh para leluhur bangsa, termasuk para ulama dan santri di masa lalu, yang telah berjasa besar dalam melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tantangan masa depan semakin berat, karena perubahan paradigma dan pola pikir masyarakat akibat makin massifnya informasi yang tanpa batas, harus senantiasa dilakukan antisipasi untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Tantangan paling substantif yang perlu mendapat perhatian bersama, kata Wabup adalah rongrongan terhadap Pancasila dan NKRI. Sehingga apapun situasinya, keselamatan, kedamaian, dan keutuhan Bangsa Indonesia menjadi prioritas di atas segala kepentingan.

“Bangsa ini sesungguhnya sangat mencintai kedamaian, menjunjung tinggi perbedaan, toleransi, dan gotong rotong, sehingga Pancasila dan NKRI merupakan harga mati yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi,” ujarnya.

Maka melalui pelaksanaan istighotsah dengan berbagai ikhtiar doa malam ini, Wabup Fauzi berharap itu menjadi kata kunci yang harus terus dilantunkan di Kabupaten Sumenep dan bumi Indonesia sampai kapanpun, baik oleh santri maupun masyarakat umum.

“Semoga dengan istighotsah ini, hati kita senantisa sejuk dan tenteram. Karena apabila hati dan pikiran sejuk, tentu saja negeri ini senantiasa aman, damai dan sejahtera dalam lindungan Allah SWT,” harapnya. (RK/Fiq)

TerPopuler