Di Sumenep Batik On The Sea, Bupati Busyro Beber Upaya Jaga Eksistensi dan Tingkatkan Industri Batik Sumenep -->

Di Sumenep Batik On The Sea, Bupati Busyro Beber Upaya Jaga Eksistensi dan Tingkatkan Industri Batik Sumenep

Minggu, 28 Juli 2019, 10:59 AM
loading...

Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim bersama jajaran Forkompinda di acara Sumenep Batik On The Sea 2019 di Pantai Slopeng. (Foto: W/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM - Guna menjaga eksistensi dan meningkatkan industri Batik khas Sumenep, Madura, Jawa Timur, Pemerintah Daerah melakukan berbagai cara.

Salah satunya dengan menggelar kembali event Sumenep Batik On the Sea 2019 di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk pada Sabtu (27/07/2019) kemarin, yang pertama bkali digelar tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bakal Digelar di Pantai Slopeng, Sumenep Batik On The Sea Angkat Tema Art Of Colorfull Batik Madura. Yuk Merapat!

Dalam kesempatan itu, Bupati Busyro menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sumenep memberlakukan aturan pemakaian seragam batik kepada siswa sekolah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep.

“Pada hari-hari tertentu siswa berpakaian seragam sekolah batik Labang Mesem, sementara ASN setiap hari Selasa berpakaian batik Ganalan Billa Banten,” terangnya.

Pada kegiatan lain, para ASan juga berpakaian batik. Hal itu merupakan upaya Pemkab Sumenep untuk menjadikan batik sebagai pakaian sehari-hari.

Baca Juga: Sumenep Batik On The Sea 2019, Bupati Busyro: Ini Kolaborasi Kultur dan Tradisi

Upaya pelestarian itu pun didukung dengan peningkatan dari sisi produksi. Guna mengembangkan batik sebagai industri masyarakat, Pemkab Sumenep memberikan bantuan modal usaha kepada para pengrajin maupun pelaku UMKM batik.

"Bantuan diberikan dalam bentuk modal melalui BUMN dan BUMD serta pelatihan kepada para pembatik," ujar Bupati Busyro.

Suami Nurfitriana menyampaikan, hingga saat ini di Kabupaten Sumenep ada 46 industri batik, baik berbentuk kerajinan rumah tangga, Koperasi maupun UKM lainnya yang perlu terus ditingkatkan kuantitas maupun kualitas produksinya.
Karena itu, bantuan modal dan pelatihan menjadi salah satu dari beberapa upaya Pemkab Sumenep agar tingkat konsumsi dan produksi industri batik terus bisa dikembangkan.

“Saya berharap UKM dan Koperasi agar meningkatkan promosi kerajinan batiknya untuk melihat peluang meluaskan penjualannya, meskipun pemasaran batik hasil karya masyarakat Sumenep sudah banyak di luar daerah,” pungkas Bupati Busyro. (M/RK/Fiq)

TerPopuler