Akan Digelar di Pantai Slopeng, Yuk Hadiri Festival Ketupat 2019 -->


Akan Digelar di Pantai Slopeng, Yuk Hadiri Festival Ketupat 2019

Senin, 10 Juni 2019, 10:31 PM
loading...
Bupati KH A. Busyro Karim bersama Ketua Tim Penggerak PKK Sumenep Nurfitriana Busyro, dan Wakil Bupati Achmad Fauzi pada Event Pesta Rakyat Kupatan dan Festival Ketupat 2018 yang digelar di Pantai Lombang Kecamatan Batang-Batang. (Foto Ist/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM - Pesta Rakyat dan Festival Ketupat 2019 akan digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dua hari lagi. Namun kali ini, agenda Visit Sumenep itu tidak lagi dipusatkan di Pantai Lombang Batang-Batang.

"Pagelaran yang masuk dalam kalender Visit Sumenep 2019 ini memang dijadwalkan berlangsung bertepatan pada perayaan Hari Raya Ketupat atau H+7 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah," ujar Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Carto, Senin (10/06/2019).

Awalnya, kata Carto, Festival Ketupat 2019 direncanakan akan ditempatkan di Pantai Lombang. Tapi karena ada pertimbangan lain, lokasi pesta rakyat itu dialihkan ke Pantai Slopeng.

“Tidak ada alasan khusus kok. Pemindahan lokasi sudah dikomunikasikan dengan semua pihak," ungkapnya.

Yang pasti, sambung Carto, salah satu alasan pimindahan lokasi kegiatan yang sebelumnya di Pantai Lombang ke Pantai Slopeng, karena destinasi wisata pasir putih itu lebih strategis dan lebih dekat dengan pemukiman masyarakat.

Sebab, pelaksanaan Fetival Ketupat 2019 sedikit berbeda dengan kegiatan tahun kemarin. Tahun ini Pemkab Sumenep lebih menekankan terhadap nilai-nilai tradisi dan produk lokal yang ada di lingkungan masyarakat.

"Target kami masyarakat sekitar lokasi lebih banyak yang ikut serta di dalamnya dan menikmati adanya kegiatan festival semacam itu," jelas Carto.

Yang menarik, dalam event tersebut nantinya akan ada bagi-bagi makanan tradisional gratis kepada pengunjung. Hal itu dilakukan dengan cara memberdayakan masyarakat pedagang yang ada di sekitar Pantai Slopeng.

“Nanti kami akan kerja sama dengan sejumlah pedagang di lokasi, baik pedagang soto, rujak, campor, dan makanan lainnya untuk digratiskan kepada setiap pengunjung,” imbuh Carto.

Konsep tersebut diyakini Kadisparbud Sumenep itu akan lebih efisien dari sisi anggaran. Tentu saja juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang menjadi salah satu goal program Visit Sumenep 2019.

“Jadi, punya (anggaran) Rp 10 juta pun jadi. Kalau harga (rujak, soto, campor) Rp 7 ribuan, kan dapat berapa puluh ribu (porsi), kita berdayakan masyarakat di sana,” pungkas Carto. (RK/Fiq)

TerPopuler