Tanpa Upacara Adat, Pemkab Sumenep Salurkan Ribuan Paket Zakat Fitrah 1440 H -->


Tanpa Upacara Adat, Pemkab Sumenep Salurkan Ribuan Paket Zakat Fitrah 1440 H

Senin, 27 Mei 2019, 7:47 PM
loading...
Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim saat menyerahkan Zakat Fitrah ASN tahun 1440 H kepada kaum duafa di Gedung KORPRI Sumenep. (Foto Ist/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM - Penyaluran Zakat Fitrah 1440 H dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (27/05/2019) tak sebagaimana dikabarkan sebelumnya.

Kegiatan yang seharusnya dilakukan dengan Gelar Upacara Adat ala Keraton Sumenep itu memang tetap digelar, namun dengan konsep biasa saja.

Penyerahan zakat fitrah tersebut dilakukan oleh Bupati KH. A. Busyro Karim bersama Wakil Bupati Achmad Fauzi, dan Sekretaris Daerah Edy Rasiyadi kepada masyarakat penerima di Gedung KORPRI Sumenep.

Menurut Bupati Busyro, sebenarnya penyerahan Zakat Fitrah itu memang merupakan bagian dari Visit Sumenep 2019. Hanya saja kali ini tidak ada ritual kirab atau upacara adat keraton seperti tahun sebelumnya.

“Setelah melalui beberapa pertimbangan, tahun ini Kirab Zakat dari Keraton ke Masjid Jamik ditiadakan. Namun zakat yang terkumpul tetap akan disalurkan kepada yang membutuhkan,” katanya saat sambutan.

Jumlah zakat yang berhasil dikumpulkan tahun ini mencapai sebanyak 2.953 paket. Semua itu akan dibagikan kepada warga tidak mampu dan perwakilan lembaga sosial yang sudah dikumpulkan di Gedung KORPRI Sumenep.

“Pembagian zakat ini juga dilaksanakan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumenep, meski jumlahnya memang lebih sedikit,” jelas Bupati Busyro.

Bupati dua periode tersebut berharap, tahun depan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat penerima zakat saat ini bisa membaik. Sehingga, mereka tidak lagi termasuk ke dalam masyarakat kurang mampu yang berhak menerima zakat, bahkan sudah menjadi orang yang mampu berzakat.

“Kami berharap masyarakat bekerja keras, serta cerdas dalam mengembangkan usahanya. Insyaallah mampu mengubah status ekonominya menjadi lebih baik di tahun-tahun selanjutnya,” ungkapnya, optimis.

Pemerintah daerah sendiri sudah berkomitmen untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Sumenep melalui berbagai program pembangunan di APBD setiap tahun. Untuk itu, Bupati Busyro meminta pelaksanaan program pembangunan oleh OPD dilakukan dengan sebaik mungkin, supaya kegiatannya bisa mengentaskan kemiskinan di daerah.

“Beberapa hari lalu, kami telah mengadakan rapat untuk membahas program pembangunan APBD tahun 2020 di masing-masing OPD. Tujuannya agar program OPD itu, terarah dan lebih menyentuh kepada kepentingan masyarakat dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan pengangguran,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, R. Aminullah menjelaskan, pengumpulan zakat fitrah yang diperoleh dari ASN di Dinas, Badan, Kantor, Bagian, BUMN, BUMD, dan instansi vertikal tahun ini mencapai Rp 88.590.000 atau 2.953 paket zakat fitrah.


“Zakat fitrah ini juga disalurkan oleh 77 lembaga penyalur, yakni 33 mushalla, 6 masjid, 10 yayasan dan organisasi sosial sebanyak 28 lembaga,” terangnya, singkat. (RK/Fiq)

TerPopuler