Misteri Pembunuh di Desa Brengkok Lamongan Mulai Terkuak -->


Misteri Pembunuh di Desa Brengkok Lamongan Mulai Terkuak

Jumat, 31 Mei 2019, 11:07 PM
loading...
Kondisi rumah Suntiamah, korban pembunuhan di Desa Brengkok, Lamongan. (Foto Mus/E-KABARI)

LAMONGAN, E-KABARI.COM - Misteri terbunuhnya Suntiamah (65) warga Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, yang diduga dilakukan oleh sekelompok maling kampung, sedikit mulai terkuak.

Meskipun masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian, tiga terduga yang berinisial AAF (17), NDU (16), HES Al Bani (16) ketiganya warga Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, digelandang aparat untuk rekontruksi olah kejadian perkara di TKP pada Jumat (31/05/2019) dini hari tadi sekitar pukul 03.15 WIB.

Usai reka ulang, jurnalis media ini mendatangi rumah korban untuk mendapatkan informasi. Berdasarkan keterangan Widiyana (32) istri dari anak korban, Dodik Suryanto (35) yang menyaksikan rekontruksi, para pelaku menjelaskan bahwa korban meninggal dunia akibat dibenturkan di kusen pintu, dipukul dengan kayu, dan ditendang.

"Ma'e, Hj. Suntiamah sepulangnya dari mushalla terlebih dahulu masih sempat menyimpan mukena ke dalam kamar belakang. Sedangkan ketiga pelaku sudah berada di dalam rumah dengan cara bersembunyi. Pelaku NDU bersembunyi di balik dinding pintu, sedangkan AAF dan HES Al Bani bersembunyi di balik kursi ruang tamu," terang Widiyana.

Karena mendengar bunyi seperti ada orang di dalam kamar, sang mertua, kata Widiyana, langsung mencoba membuka kamar. Namun, ternyata kamar itu masih dalam keadaan terkunci.

"Kemungkinkan pelaku takut ketahuan. Kebetulan kamar bersebelahan dengan tempat persembunyian pelaku NDU, tepatnya di depan pintu. Jadi langsung saja pelaku NDU membekap korban dan membenturkan kepalanya di kusen pintu kamar," jelas Widi, panggilan akrab menantu korban.

Setelah mertuanya itu jatuh menunduk, sambung Widi, korban langsung ditendang AAF di bagian bawah payudara dan dipukul pakai kayu oleh HES Al Bani di bagian belakang leher (tengkuk), dan hidung. Kemudian pelaku NDU yang masih kerabat korban sempat buang air kecil sambil mengambil handuk yang berada di kamar mandi untuk membersihkan darah yang tercecer di lantai.

"Setelah korban terbunuh, ketiga pelaku mengangkat korban ke kamar belakang (tempat korban tidur, red), dan memposisikan seolah-olah tidur. HES Al Bani dan NDU berperan menghilangkan jejak, sedangkan AAF mencari barang-barang berharga milik korban, lalu kabur. Pada saat kabur pintu depan dalam keadaan terbuka," pungkas Widi.

Berdasarkan reka ulang yang dilakukan oleh pihak kepolisian di TKP, sementara pengakuan dan keterangan awal oleh para pelaku yang disaksikan oleh pihak keluarga korban, diduga kuat AFF, NDU, dan HES Al Bani adalah pelakunya.

Sedangkan seperti diberitakan sejumlah media sebelumnya, berdasarkan sumber dan keterangan dari berbagai pihak, anggota Satreskrim Polres Lamongan yang mengejar para pelaku sudah membawa lima terduga ke Mapolres Lamongan. Namun, dua terduga pelaku inisial MA (16) dan DS (19) tidak ikut dibawa reka ulang ke TKP.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus berupaya melakukan penyelidikan guna mengumpulkan barang bukti. Sementara diketahui, dalam melakukan aksinya para pelaku masuk ke rumah korban melalui genteng atap rumah.

Keluarga korban sendiri berharap pihak penegak hukum terus mengusut kasus tersebut sampai tuntas. Jika memang mereka pelakunya, Titin Komarosarin, meminta agar dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan dan undang-undang yang berlaku.

"Ini keji, anak sekecil itu sudah berani mencuri apalagi sampai membunuh. Saya nggak bisa membayangkan kalau mereka-mereka ini sampai lolos dari jeratan hukum," tegas anak perempuan korban itu. (Mus/Rif/Fiq)

TerPopuler