Wisuda 33 Mahasiswa HKI, Ini Harapan Ketua STAIM Sumenep -->


Wisuda 33 Mahasiswa HKI, Ini Harapan Ketua STAIM Sumenep

Sabtu, 30 Maret 2019, 2:10 PM
loading...
Prosesi Wisuda III Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Tarate, Pandian, Sumenep, Sabtu (30/03/2019). (Foto Di/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM - Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Tarate, Pandian, Sumenep, Madura, Jawa Timur mewisuda 33 mahasiswa program studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI), Sabtu (30/03/2019).

Acara purna mahasiswa yang digelar di aula Kantor Kemenag Sumenep tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri Tim Ahli Kopertais Wilayah IV Surabaya, Dr. H. Hammis Syafaq, Lc, M.Fil.I, Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim, dan sejumlah undangan kehormatan lainnya.

Ketua STAIM Sumenep, K. Ubaidillah Cholil, M.Pd.I, M.H.I dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada segenap undangan, para orang tua peserta wisuda, khususnya kepada Dr. H. Hamid Jabbar, dan Bupati KH A. Busyro Karim yang hadir dalam acara tersebut.

"Terima kasih juga saya ucapkan kepada pihak yayasan, pengasuh, jajaran akademika dan panitia, sebab kemajuan STAIM hingga pelaksanaan wisuda hari ini tidak lepas dari peran mereka semua," ungkapnya.

Selanjutnya, K. Ubaidillah memaparkan perjalanan sekaligus perkembangan perguruan tinggi swasta yang dipimpinnya itu. Berdiri pada tahun 2008 dengan satu prodi, yaitu Ahwal Al-Syakhsiyah yang kini menjadi Hukum Keluarga Islam, di tahun 2016 lalu STAIM menambah dua prodi, yakni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Ekonomi Syariah.

"Alhamdulillah, jumlah mahasiswa semakin bertambah setiap tahunnya. Dan akhir 2018 kemarin semua jurusan sudah dapat akreditasi B," ujarnya.

Lebih lanjut, K. Ubaidillah meminta dukungan semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Kopertais Wilayah IV Surabaya, karena akan mengajukan 6 jurusan baru di tahun 2019.

"Dengan penambahan jurusan baru berdasar 3 jurusan sebelumnya, nanti akan dijadikan Fakultas Hukum, Ekonomi dan Tarbiyah," jelasnya.

Pada tahun 2021, STAIM juga punya target berubah menjadi institut. Dan untuk mendukung rencana alih status itu, pihak yayasan telah menyediakan lahan guna pembangunan fasilitas.

"InsyaAllah ada sekitar 1,6 hektar lahan yang akan disulap jadi PT dan lembaga pendidikan yang InsyaAllah terkemuka nanti," kata K. Ubaidillah.

Kepada para wisudawan, Ketua STAIM itu berpesan dua hal setalah resmi menyandang gelar sarjana. Pertama, mereka diminta agar tetap menjaga nama baik almamater. Kedua, diharapkan bisa memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama menjadi mahasiswa.

"Kenapa? Karena kalian adalah orang yang sarjana yang tak lepas dari bantuan donatur yang memberikan bantuan dengan harapan agar ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah bisa bermanfaat dan menjadi amal jariyah. Itu harapan saya sebagai ketua STAIM," tegasnya.

Sementara itu, sesuai tema wisuda, yakni 'Kontribusi Sarjana Hukum Keluarga Islam dalam Membangun Generasi Millenial yang Berkarakter Islam Moderat di Era Revolusi Industri 4.0', Bupati KH A. Busyro Karim dalam kesempatan tersebut membahas seputar perjalanan revolusi industri dari era ke era.

"Adanya era Revolusi Industri 4.0 ini tentu diawali era-era sebelumnya," ujar Bupati Busyro.

Ia menjelaskan, Era 1.0 merupakan era Berburu. Kemudian Era 2.0 adalah era Pertanian, Era 3.0 era Perindustrian, dan Era 4.0 adalah era Teknologi. Menurut Bupati Busyro, orang paling disegani dalam masing-masing era tersebut adalah mereka yang paling menguasai.

"Era 4.0 yaitu digitalisasi seperti di Indonesia sekarang ini. Sementara di negara-negara maju sudah memasuki era 5.0. Maka di era Revolusi Industri 4.0 ini saya berharap mahasiswa tidak boleh tidak harus tahu tentang digitalisasi, tidak boleh tidak tahu tentang teknologi," paparnya.

Suami Nurfitriana itu menegaskan, di zaman ini penguasaan akan teknologi sudah tidak bisa dipungkiri. Banyak kegagalan mewujudkan sebuah tujuan yang disebabkan tidak menguasai teknologi, seperti terjadi pada ujian CPNS beberapa waktu lalu.

"Banyak peserta yang tidak lolos karena mereka tidak paham mengoperasikan komputer dan internet. Sementara semuanya dari soal hingga skor dilakukan secara online," jelasnya.

Maka dari itu, Bupati menyatakan apa yang digambarkannya tentang era Revolusi Industri 4.0 tersebut harus dihadapi oleh para wisudawan-wisudawati. Sebab tidak bisa dipungkiri,  itulah era kita saat ini.

"Betapa pentingnya kita punya wawasan yang luas melihat apa yang akan terjadi pada 40 dan 100 ke depan, sehingga kita perlu mendidik anak untuk mengantisipasi apa yang akan dihadapi nanti," tandas Bupati Busyro.

Ditemui usai acara, Ketua Panitia Wisuda III STAIM, Mohammad Sholeh menyatakan syukur acara wisuda hari ini berjalan lancar.

"Alhamdulillah sukses, mendapatkan apresiasi dari pimpinan. Lebih sempurnalah dari pelaksanaan-pelaksanaan sebelumnya," tuturnya.

Seperti halnya Ketua STAIM, ia pun berharap para wisudawan-wisudawati yang telah resmi jadi sarjana bisa menjadi orang-orang sukses dan bisa memanfaatkan ilmunya.


"Ke depannya ya semoga lebih maju lagilah, lebih berjaya dan lebih gemilang," pungkas Mohammad Sholeh. (Di/Fiq)

TerPopuler