Selangkah Lagi, STIT Al Karimiyyah Bermetamorfosa Jadi INKADHA -->


Selangkah Lagi, STIT Al Karimiyyah Bermetamorfosa Jadi INKADHA

Sabtu, 02 Maret 2019, 7:20 AM
loading...
Ketua STIT Al Karimiyyah, Dr. Ach. Syaiful, M.Pd.I saat diwawancara di koridor kampus. (Foto for E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyyah (STIT) AlKarimiyyah Beraji, Gapura, Sumenep, Madura sebentar lagi akan beralih status menjadi Institut Kariman Wirayudha (INKADHA). Isu yang beredar belakangan tersebut, kabarnya akan benar-benar terjadi di tahun akademik baru nanti.

Pasalnya, pihak akademik STIT Al Karimiyyah sudah melakukan berbagai macam usaha untuk mewujudkan peralihan alih status itu. Sejumlah prodi yang sudah disiapkan untuk mahasiswa baru di antaranya Psikologi Islam, Pemikiran Politik Islam, Manajemen Bisnis Syariah, dan Pasca Sarjana Manajemen Pendidikan Islam.

Mulanya, rencana peralihan status ini sudah direncanakan STIT Al Karimiyyah sejak jauh-jauh hari. Sebab hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, tentunya dengan berbagai macam proses kesiapan yang harus dipenuhi.

Ketua Statistik STIT Al Karimiyyah, Fawaid Zaini mengungkapkan, dari berbagai macam persyaratan yang sudah disiapkan, sejauh ini Surat Keputusan (SK) program studi baru sudah dikeluarkan oleh Ban-PT. Sehingga, hanya tinggal menunggu SK kelembagaan dari Kementerian Agama menuju peralihan status menjadi INKADHA.

"Kemarin (bulan Februari, red) sudah dilakukan visitasi dan itu bagian dari rentetan untuk menuju INKADHA. Di visitasi berkaitan dengan pembukaan prodi standar minimal, ternyata hasilnya lembaga kita sudah masuk standar minimal sehingga keluarlah SK izin pembukaan prodi," terangnya, Jumat (01/03/2019) kemarin.

Fawaid menambahkan, di tahun akademik baru nanti empat prodi yang sudah disiapkan sudah bisa dipastikan dibuka. Begitu pula dengan alih status, tidak akan meleset dari tahun ini.

"Saya optimis tahun ajaran baru ini sudah dibuka prodi baru. Dan untuk alih status menjadi INKADHA, kami optimis juga bahwa tahun ini sudah bisa," tegasnya.

Ketua STIT Al Karimiyyah, Ach. Syaiful pun membenarkan bahwa di tahun akademik baru nanti perguruan tinggi yang dipimpinnya sudah dipastikan menjadi Institut. Hal itu karena dari bebagai persyaratan sudah dipenuhi dan prodi yang diajukan sudah mendapatkan SK dari Ban-PT.

"Persiapan alih status menjadi INKADHA sudah positif 90 persen. Saya berharap sebelum launching yang diagendakan liburan ini, semua aktivitas di kampus segera dipersiapkan dengan sebaik-baiknya," jelas dia, Jumat (01/03/2019) kemarin.

Lebih lanjut, menyambut peralihan status Syaiful menginginkan kegiatan-kegiatan dalam kampus semakin baik. Mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, dan lembaga mahasiswa lainnya diharapkan agar berjalan aktif.

"Entah itu diskusi, debat, dan acara-acara akademik yang lainnya" ungkapnya.

Mantan aktivis PMII Surabaya itu menjelaskan, ketika sudah menjadi INKADHA, sistem pendidikan di STIT Al Karimiyyah akan berbasis riset. Sistem tersebut akan diberlakukan kepada seluruh warga kampus, baik mahasisawa maupun dosen.

"Cita-cita kami mengusung kampus riset jadi INKADHA ikonnya memang kampus riset," imbuh dia.

Untuk mengimbangi peralihan status menjadi INKADHA, Perpustakaan STIT Al Karimiyyah juga terus menggenjot persiapan. Hal itu terbukti dengan pembenahan di perpustakaan yang sudah jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Perpustakaan yang terletak di ujung selatan kampus PATOT tersebut, sudah dari tahun kemarin menggunakan basis Online Public Acces Catalog (OPAC). Di dalamnya, sudah tersedia beberapa komputer untuk mengakses daftar buku yang ada di perpustakaan.

"Rencananya dalam jangka waktu dekat ini juga akan menambah koleksi buku. Karena menurut buku-buku yang ada masih kurang untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam menuju peralihan status menjadi institut," kata Sahmari, selaku Kepala Perpustakaan STIT Al Karimiyyah.

Namun, pembenahan tidak sampai di situ. Sahmari memaparkan, pihaknya terus melakukan persiapan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para mahasiswa.

Salah satu usaha yang sudah final saat ini, yaitu penambahan dua unit komputer yang sudah dapat digunakan untuk mengakses berbagai macam buku di perpustakaan. Dua komputer tersebut di antaranya digunakan sebagai absensi para pengunjung, sedangkan satu unit komputer lainnya digunakan sebagai pengimput data buku.

"Komputer sebelah utara itu untuk mencari judul," tandas Sahmari, Jumat (15/02/2019) lalu. (Anis/Rosi/Amin/Fiq)

TerPopuler