Meninggal Diduga Akibat Dianiaya Oknum Gurunya, Keluarga Siswa SMA di Sumenep Lapor Polisi -->


Meninggal Diduga Akibat Dianiaya Oknum Gurunya, Keluarga Siswa SMA di Sumenep Lapor Polisi

Selasa, 19 Maret 2019, 9:47 PM
loading...
Hawiyah Karim, SH, Kuasa Hukum ADR (17) korban penganiayaan diduga dilakukan oknum guru di SMAN 1 Batuan usai melapor ke polisi
Hawiyah Karim, SH, Kuasa Hukum ADR (17) korban penganiayaan diduga dilakukan oknum guru di SMAN 1 Batuan usai melapor ke polisi. (Foto Ist/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM – Seorang siswa di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur meninggal dunia setelah diduga mendapat penganiayaan dari salah satu oknum guru di sekolahnya.

Kasus ini terungkap ke publik, karena keluarga korban berinisial ADR (17) yang merupakan siswa di SMAN 1 Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep itu, mendatangi Mapolres Sumenep, Selasa (19/03/2019).

Didampingi kuasa hukumnya, Hawiyah Karim, SH, Restiani, ibu korban, mendatangi Polres Sumenep untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa anaknya tersebut.

Menurut informasi yang diterima Restiani, peristiwa nahas yang menimpa anaknya itu terjadi saat pelajaran berlangsung. Waktu itu, ADR yang merupakan siswa 11 A tidak mengerjakan tugas dan sempat tertidur di kelas saat mengikuti mata pelajaran agama.

Akibatnya, oknum guru terduga marah dan memukul korban pakai gayung pada bagian kepala.

Setelah kejadian tersebut, tak berselang lama korban mengalami pusing dan kejang-kejang. Sehingga, keluarga membawa  korban ke Puskemas Lenteng.

"Namun di sana (Puskesmas Lenteng, red) tidak sanggup, sehingga kami bawa ke Rumah Sakit Dr. Moh Anwar Sumenep," kata Restiani kepada sejumlah media.

Sampai di RSUD Moh. Anwar, ternyata pihak rumah sakit malah menyarankan korban dirujuk ke rumah sakit di Pamekasan. Alasannya, keterbatasan peralatan.

"Dokter rumah sakit Pamekasan menyatakan bahwa ada pembekuan darah akibat benturan benda keras," ungkap Restiani terkait hasil pemeriksaan di RSUD Pamekasan.

Dari hasil foto Rontgen, lanjut dia, dokter mengatakan ada pembekuan darah di otak belakang. Karena itulah, ADR sebelumnya sempat mengalami kejang-kejang.

Sama seperti di Sumenep, selanjutnya pihak RSUD Pamekasan juga menyarankan agar korban dibawa ke rumah sakit di Surabaya. Namun selagi keluarga berencana membawa ADR ke rumah sakit di ibukota provinsi pada Senin (18/03/2019) kemarin, korban mengembuskan napas terakhirnya.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Moh. Heri membenarkan adanya laporan kasus dugaan penganiayaan siswa SMAN 1 Batuan oleh oknum guru hingga meninggal dunia. Pihaknya berjanji akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

"Sebagai tindak lanjut, kami akan membentuk tim untuk mengusut kasus ini,” katanya.

Sementara Hawiyah Karim selaku kuasa hukum korban menginginkan kasus tersebut tidak berlarut-larut. Ia menyebut, hal yang menimpa ADR merupakan kasus kekerasan pada anak hingga meninggal dunia.


"Kami berharap kepada Penyidik Polres Sumenep Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), agar kasus penganiayaan saudara ADR ini bisa segera cepat terungkap," tegasnya. (Fiq)

TerPopuler