Tidur di Puskesdes, Bidan Desa di OI Diperkosa Komplotan Perampok -->


Tidur di Puskesdes, Bidan Desa di OI Diperkosa Komplotan Perampok

Kamis, 21 Februari 2019, 7:27 AM
loading...
Bidan desa OI dirawat di ruang melati, ruang rawat kebidanan RS Bhayangkara, Rabu (20/2/2019). (Foto Ist/TRIBUNSUMSEL.COM)

OGAN ILIR, E-KABARI.COM - Seorang bidan desa berinisal YL yang bertugas di sebuah Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes) di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menjadi korban perampokan disertai pemerkosaan oleh orang tak dikenal, Selasa (19/2/2019) dini hari.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (20/2/2019), korban yang saat itu tinggal di kantor hanya berdua bersama anaknya yang baru berusia 11 bulan mengalami trauma dan saat ini menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Palembang.

Dari keterangan sejumlah warga, pelaku yang jumlahnya belum diketahui masuk dari jendela samping dengan cara mencongkel kunci jendela kantor, yang lokasinya berada di sisi jalan lintas timur Palembang-Ogan Ilir kilometer 13.

Setelah masuk, pelaku langsung membekap serta memperkosa korban yang tengah tidur.

Korban yang terbangun berusaha melawan, sehingga membuat pelaku marah dan memukuli wajah korban hingga muka serta bagian mata bengkak.

Kondisi saat itu yang tengah hujan deras membuat perbuatan pelaku tidak diketahui tetangga sekitar.
Usai memperkosa, pelaku mengambil uang sebesar Rp 500.000 dan sebuah telepon selular milik korban.

Zainal, tetangga korban, mengatakan, dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, korban datang ke rumahnya dan mengatakan bahwa dirinya telah menjadi korban pemerkosaan dan perampokan orang tak dikenal di rumahnya.

Usai bercerita, korban yang datang dengan muka lebam langsung pingsan, sehingga Zainal tidak sempat bertanya kepada korban dan langsung melapor ke kepala desa setempat.

“Dia datang dengan menggendong anaknya pukul 1.30 malam dan menceritakan dirinya telah diperkosa oleh orang tak dikenal. Setelah bercerita dia langsung pingsan. Melihat dia pingsan, saya langsung ke rumah kepala desa untuk melapor,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin mengatakan, kasus itu saat ini sedang dalam penyelidikan personel Polsek Pemulutan untuk mengungkap siapa pelakunya, dengan didukung personel Satreskrim Polres Ogan Ilir.

“Dari keterangan pelapor dan saksi serta ciri-ciri luka fisik dapat kita simpulkan bahwa ada tindakan dugaan pemerkosaan terhadap korban, dan usai memperkosa pelaku mengambil uang korban,” jelas Malik.

Kasus itu sendiri terus didalami polisi untuk mengungkap pelaku yang sangat biadab tersebut.

Polda Sumatera Selatan membentuk tim khusus untuk menangkap para pelaku yang telah tega memperkosa Y, seorang bidan desa di Kabupaten Ogan Ilir.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, kasus tersebut menurutnya masuk dalam kategori kejahatan yang luar biasa.

"Saya ikut prihatin. Menurut saya, kejadian ini luar biasa kejam. Pelakunya pasti kami sikat," kata Zulkarnain, saat memberikan keterangan di Polda Sumatera Selatan, Rabu (20/2/2019).

Menurut Zulkarnain, tim laboratorium forensik telah berada di lokasi untuk kembali melakukan pengecekan di lokasi kejadian tempat Y mengalami aksi pemerkosaan tersebut.

"Sudah saya perintahkan kepada Kapolres untuk serius menangani kasus  itu. Puslabfor juga diperintahkan untuk kembali olah TKP, untuk mencari sperma pelaku, mungkin di ranjang atau di lokasi masih ada," ujar dia.

Zulkarnain mengatakan, setelah seluruh barang bukti terkumpul, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk mengungkap motif kasus pemerkosaan tersebut dan memburu pelakunya.

"Beri kami waktu, tim dari polda sudah turun membantu penyelidikan," kata jenderal bintang dua ini.

Kasubbid Yanmeddokpol, Dr Yunita L. Mars mengatakan, berdasarkan keterangan korban saat kejadian korban sedang tertidur bersama anaknya yang masih berusia 10 bulan.

"Ada komunikasi (antar pelaku) tapi komunikasi itu sedikit sekali. Cuma satu kata pelaku ke korban, kamu jangan menjerit, kalau kamu menjerit anak kamu akan saya bunuh,"

"Itu berdasarkan keterangan dari korban," ujarnya saat ditemui di Ruang DVI Rumah Sakit Bhayangkara, Rabu (20/2/2019).

Saat ini, kata Dr Yunita, korban masih menjalani perawatan guna mengobati luka baik secara fisik maupun mental yang saat ini dialaminya.

"Ada beberapa luka di tubuhnya. Korban mengeluh pusing di kepala dan sakit di leher,"

"Jadi saat ini dirawat oleh dokter syaraf. Selain itu juga akan ada konseling dengan psikiater untuk menghilangkan trauma secara psikisnya," ujarnya.

Kronologi
Informasi yang dilansir dari Tribun Sumsel, pemerkosaan diserta perampokan menimpa seorang Bidan Desa (Bides) di Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) berinisial YL (27 tahun).

Peristiwa terjadi Selasa (19/2/2019), sekitar pukul 00.30 dini hari. Berlangsung di kamar korban YL yang tinggal di kantor Puskesdes.

Korban yang ditinggal suaminya pergi keluar daerah tersebut, tidak bisa berbuat banyak, tanpa bisa melakukan perlawanan.

Menurut Zainal, orang pertama yang ditemui korban usai kejadian mengatakan, bidan itu mengaku baru saja diperkosa dan dirampok oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Lalu Zainal menghubungi Kepala Desa, kemudian keduanya mendatangi lokasi TKP.

Selanjutnya, dari sana dilaporkan ke Polsek Pemulutan.

"Semalam ramai di sini, petugas dari Polsek Pemulutan sudah melakukan olah TKP," kata Kades, Selasa (19/2/2019).

Dari keterangan korban Yl kepada Kades, pelaku belum diketahui berapa jumlahnya karena situasi gelap di dalam rumah.

Pelaku masuk ke kamar tidurnya, dan membekap muka korban dengan bantal, lalu melilit leher korban dengan kain.

“Nah kemungkinan saat itulah korban diperkosa,’’ ujar Kades yang mengaku korban YL sempat syok dan pingsan akibat kejadian tersebut.

Saat ini korban lagi dirawat rumah sakit.

"Semalam kami mengantarkannya ke RS Muhammadiyah, karena selain diduga diperkosa, muka korban sembab akibat dipukul oleh pelaku,"

"Korban juga kehilangan uang Rp 500 ribu dan sebuah ponsel,’’ ujar Kades di Kecamatan Pemulutan.

Dipindahkan ke RS Bhayangkara
YL (27) Bidan desa di daerah Pemulutan Ogan Ilir saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Rabu (20/2/2019).

Saat ini korban tengah dirawat di Ruang melati, ruang rawat kebidanan RS Bhayangkara.

Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit yang tidak ingin disebutkan namanya, korban telah menjalani perawatan di RS sejak Selasa (19/2/2019) kemarin.

"Pasien ini pindahan dari rumah sakit Muhammadiyah. Baru masuk kemarin sore sekitar jam setengah tiga sore," ucap dia.

Saat ini baik pihak rumah sakit, maupun keluarga korban belum ingin memberikan keterangan lebih lanjut.

"Nantilah, kami belum ada kuasa untuk berbicara. Nanti takut salah," ucap dia.

Dijenguk Bupati
Bupati Ogan Ilir (OI) H.M. Ilyas Panji Alam mendatangi Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk menjenguk YL (27) bidan desa Pemulutan OI yang menjadi korban pemerkosaan oleh 5 orang pria yang tidak dikenal, Rabu (20/2/2019).

Menggunakan batik biru dongker, setibanya di RS Bhayangkara, Bupati enggan memberikan komentar dan langsung memasuki ruang melati, ruang rawat kebidanan RS Bhayangkara, tempat korban dirawat.

Begitupun saat keluar dari ruang rawat, Bupati OI juga tidak ingin banyak berkomentar.

"Semuanya sudah diperiksa, ada kejadian seperti ini. Mudah-mudahan polisi segera menangkap pelakunya," ujarnya.

Saat ditanya bagaimana kondisi korban saat ini, Ilyas Panji Alam hanya sedikit memberikan keterangan.

"Kondisinya sudah mulai mulai membaik," ungkapnya.

Dia berharap kejadian seperti ini tidak akan kembali terjadi.

"Mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi lagi,"

"Mudah-mudahan polisi bisa segera menangkap pelakunya," tegas dia yang langsung menaiki mobil dinasnya.


TerPopuler