Resmi Dilantik, Paulina Haning Jadi Bupati Perempuan Pertama di NTT -->


Resmi Dilantik, Paulina Haning Jadi Bupati Perempuan Pertama di NTT

Jumat, 15 Februari 2019, 11:20 AM
loading...
Paulina Haning Bullu, Bupati Perempuan Pertama di NTT. (Foto Ist/POS-KUPANG.COM)

E-KABARI.COM - Gubernur Nusa Tenggara Timur atau NTT, Viktor Laiskodat, melantik 4 bupati, Kamis (14/2/2019).

Keempat kepala daerah itu adalah:

1. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu bersama wakilnya Stefanus Saek

2. Bupati Timor Tengah Selatan, Epy Tahun bersama wakilnya Army Konay

3. Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas bersama wakilnya Jaghur Stefanus

4. Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke

Ada yang menarik dan menyedot perhatian dalam pelantikan kali ini.

Ia adalah Bupati Rote Ndao, Paulina Haning.

Dengan pelantikan ini, Paulina Haning, resmi memecahkan rekor sebagai bupati perempuan pertama di Nusa Tenggara Timur.

Sebelum Paulina Haning, memang ada perempuan lainnya.

Namun, menjabat sebagai wakil bupati.

Ia adalah Wakil Bupati perempuan pertama di NTT, drh Maria Geong.

Drh Maria Geong dilantik menjadi Wakil Bupati Manggarai Barat untuk periode 2016-2021.

Ia berpasangan dengan Bupati Agustinus Ch Dula.

Paulina Haning menjadi Bupati Rote Ndao setelah unggul dari pesaingnya, Bima Fanggidae-Ernest Pella (Paket Lontar), Jonas Cornelis Lun-Adolfina Elisabet Koamesah (Paket Sasando).

Kemudian ada Mesakh Nitanel Nunuhitu-Samuel Conny Penna (Paket Rote Ndao Baru (RNB)).

Hasil rekapitulasi 10 kecamatan di Rote Ndao, pasangan Paulina Haning dan Stefanus Saek meraih 22.098 suara atau 33,24 persen.

Di bawahnya ada Paket Lontar dengan 19.504 suara atau 29,09 persen.

Kemudian ada Paket Sasando dengan 14.204 suara atau 21.31 persen dan Paket Rote Ndao Baru 9.054 suara atau 16,36 persen.

Dengan demikian total suara sah mencapai 65.490 suara dari total daftar pemilih tetap (DPT) 85.227 pemilih.

Calon Bupati Terkaya
Merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Paulina Haning Bullu-Stefanus Saek menjadi pasangan kepala daerah paling kaya.

Kedua pasangan ini memiliki total kekayaan Rp 3,35 miliar.

Dari jumlah tersebut, kekayaan Paulina Haning Bullu Rp 3,093 miliar.

Sisanya, adalah kekayaan Stefanus Saek.
Calon lainnya, Jonas C Lun dan Adolfina Koamesakh memiliki total kekayaan Rp 2,510 miliar.

Lalu, Mesakh Nitanel Nunihitu dan Samuel Conny Penna dengan kekayaan Rp 2,506 miliar.

Di posisi keempat ada Bima Fanggidae dan Erenst Pella dengan kekayaan Rp 697, 16 juta.

Bupati Paulina Haning-Bulu adalah istri dari Bupati Rote Ndao sebelumnya, Drs Leonard Haning.

Saat maju Pilkada, Bupati Paulina Haning-Bulu dan Stef Saek diusung dua partai besar.

Masing-masing Nasdem dan Golkar.

Sebelum manju di kontestasi Pilkada, Paulina Haning-Bulu juga maju menjadi Calon Anggota DPR RI dari Partai Nasdem Daerah Pemilihan NTT II.

Paulina Haning bersaing dengan calon lainnya.
Mereka adalah Drs Y Jacki Uly MH, Prof Dr Daniel Kameo, Dra Syanetha Taka, dr Umbu M Marisi, Dra Yuliana Bae, dan Viktor Bungtilu Laiskodat yang kini menjadi Gubernur NTT.

14 Kepala Daerah Perempuan
Pemilihan Kepala Daerah 2018 juga diikuti oleh para kandidat perempuan di berbagai wilayah pemilihan.

Mengutip Kompas.com, ada 14 perempuan yang terpilih sebagai kepala daerah baik di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi.
Siapa saja mereka?

1. Dewi Handjani
Dewi Handjani terpilih sebagai Bupati Tanggamus, Provinsi Lampung, dengan mendapatkan 170.570 suara.

Dewi maju bersama wakilnya, AM Syafii. Pasangan ini diusung oleh koalisi empat partai politik yakni PAN, PDI-P, Nasdem, dan PKS.

Dewi dan Syafii unggul dari rival tunggalnya, pasangan Samsul Hadi-Nujul Irsan.

2. Ade Munawaroh Yasin
Ade Munawaroh Yasin yang berpasangan dengan Iwan Setiawan memenangkan Pilkada Kabupaten Bogor.

Pasangan ini mengalahkan empat pasangan calon lainnya dengan perolehan 192.221 suara.
Ade merupakan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pada 2015, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Barat. Ia juga tercatat sebagai anggota DPRD Bogor selama 2 periode.

Sebelum masuk ke dunia politik, Ade berlatar belakang hukum dengan menjalani profesi sebagai pengacara.

3. Anne Ratna Mustika
Anne, yang terpilih sebagai Bupati Purwakarta, merupakan istri dari Bupati Purwakarta saat ini, Dedi Mulyadi, yang sudah menjabat selama 2 periode.

Selama suaminya menjabat, Anne kerap ikut terjun langsung di masyarakat, sehingga ia mendapat sebutan Ambu Anne.

Pada Pilkada 2018, ia maju bersama wakilnya, Aming, dan mendapatkan 218.429 suara, mengalahkan 2 pasangannya lainnya, Padil Karsoma-Acep Maman dan Zainal Arifin-Luthfi.

Hasil itu mengantarkannya ke kursi Bupati Purwakarta, menggantikan posisi suaminya.

4. Ade Uu Sukaesih
Ade terpilih sebagai Wali Kota Banjar.
Ia maju bersama pasangannya, Nana Suryana, dengan perolehan 58.020 suara.

Perempuan berusia 65 tahun itu tidak asing bagi masyarakat di Kota Banjar, karena Ade merupakan wali kota petahana.

5. Umi Azizah
Umi merupakan Bupati Tegal petahana yang akan melanjutkan masa kepemimpinannya setelah memenangkan Pilkada Serentak 2018 bersama pasangannya, Sabilillah Ardie.

Pasangan ini mendapatkan 518.017 suara dan unggul telak atas 2 pasangan lain, yakni Haron Bagas Prakosa-Drajat Adi Prayitno dengan perolehan 148.000 suara, dan Rusbandi-Fatchuddin 64.155 suara.

Sebelumnya, ia adalah Wakil Bupati Tegal mendampingi Enthus Susmono.

Sepeninggal Enthus, ia ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (plt) Bupati untuk melanjutkan masa kepemimpinan yang masih tersisa.

6. Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa bersama pasangannya, Emil Dardak, memenangkan Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Nama Khofifah selama ini dikenal sebagai Menteri Sosial di pemerintahan Joko Widodo dan pernah menjabat Menteri Negara Pemberdayaan perempuan pada masa pemerintahan Gus Dur.

Khofifah pernah 3 kali mengikuti pertarungan memperebutkan posisi Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2008, 2013, dan akhirnya menang pada Pilkada 2018.

7. Puput Tantriana Sari
Puput merupakan bupati petahana di Kabupaten Probolinggo yang kembali memenangkan Pilkada 2018.

Ia merupakan istri dari Bupati Probolinggo sebelumnya, yakni Hasan Aminuddin.

Wanita kelahiran 23 Mei 1983 ini berhasil menduduki posisi bupati pada usia 30 tahun dan menjadi bupati perempuan termuda se-Indonesia.

Pada Pilkada 2018, ia maju bersama pasangannya, A Timbul Prihanjoko dan berhasil mengalahkan rivalnyal, pasangan Abdul Malik Haramain-Mohammad Muzayyan dengan perolehan 254.337 suara.

8. Mundjidah Wahab
Mundjidah terpilih sebagai Bupati Jombang setelah mendapatkan 234.971 suara di Pilkada 2018 bersama pasangannya, Sumrambah.

Mundjidah merupakan wakil bupati petahana yang terpilih menjadi bupati untuk periode berikutnya.

Sebelumnya, ia pernah duduk di jajaran DPRD Jombang pada 1971-1992 dan di DPRD Jawa Timur pada 1997-2014.

9. Anna Mu'awanah
Anna terpilih sebagai Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, bersama pasangannya, Budi Irawanto, dengan perolehan 236.358 suara.

Sebelumnya, ia sudah aktif di dunia politik dengan menjabat sebagai anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur IX.

10. Ika Puspitasari
Ika Puspitasari bersama pasangannya Achmad Rizal Zakaria, terpilih dalam Pilkada Serentak 2018 sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto dengan perolehan 23.644 suara.

Pencalonannya diusung oleh koalisi dua partai politik, yakni Golkar dan Gerindra.

Ika berhasil mengalahkan tiga rival lainnya.

11. Iti Octavia Jayabaya
Iti merupakan bupati petahana di Kabupaten Lebak, Banten. Ia kembali terpilih bersama pasangan lamanya, Ade Sumardi, dengan perolehan 453.938 suara.

Sebelumnya, Iti merupakan anggota Komisi IX DPR-RI Dapil Banten dan juga bertugas di Badan Anggaran.

12. Paulina Haning-Bullu
Paulina berhasil memenangkan kursi Bupati Rote Ndao bersama pasangannya, Stefanus M Saek dengan mengantongi suara sebanyak 22.098.

Diusung oleh Partai Golkar dan Nasdem, Paulina mampu mengalahkan 3 pasangan calon lainnya.

Kemenangannya di Pilkada Kabupaten Rote Ndao menjadikan dirinya sebagai bupati pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT).

13. Erlina Ria Norsan
Erlina Ria Norsan merupakan satu-satunya perempuan yang mencalonkan diri di Pilkada Serentak 2018 Kabupaten Mempawah.

Ia maju bersama pasangannya, Muhammad Pagi, dan berhasil memenangkan pertarungan kursi bupati dengan perolehan 54.945 suara.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Seksi Perdata Kalimantan Barat, tetapi mengajukan pensiun dini karena mengikuti pemilihan bupati.

Erlina merupakan istri dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat terpilih, Ria Norsan.

14. Tatong Bara
Tatong merupakan Wali Kota petahana di Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Dalam Pilkada Serentak 2018, ia kembali menang dengan perolehan 37.408 suara.

Wanita berusia 31 tahun ini berhasil mengalahkan pesaing tunggalnya, pasangan Jainuddin Damopolii-Suharjo Makalalag.

Sebelumnya, ia menduduki jabatan sebagai Wali Kota Kotamobagu periode 2008-2013.


Sumber: Pos Kupang

TerPopuler