8 Wilayah Kalbar Terkena Imbas Supermoon, BMKG Imbau Waspada Fenomena Alam akan Terjadi Selama 4 Hari -->

8 Wilayah Kalbar Terkena Imbas Supermoon, BMKG Imbau Waspada Fenomena Alam akan Terjadi Selama 4 Hari

Sabtu, 19 Januari 2019, 3:33 PM
loading...
KOLASE FOTO: Gelombang dan Supermoon. (Foto Ist/TribunPontianak)

E-KABARI.COM - Peristiwa langka Gerhana Bulan total berbarengan dengan fenomena Supermoon akan terjadi di sejumlah negara, Minggu (20/1/2019) malam atau Senin (21/1/2019) dinihari waktu Indonesia.

Dua fenomena alam, Gerhana Bulan total dan Supermoon berpadu jadi satu ini akan dapat dilihat di Amerika Utara dan Selatan, begitu juga di lokasi-lokasi seperti Greenland, Eslandia, Irlandia, Britania Raya, Norwegia, Swedia, Portugal, dan pantai-pantai di Perancis dan Spanyol.

Dampak fenomena Supermoon juga akan terasa di sejumlah wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Supermoon ini akan memicu gelombang tinggi mulai Sabang Banda Aceh hingga Jakarta & pesisir Jatim.

Dikatakan BMKG, fenomena supermoon secara bersamaan disertai peristiwa bulan purnama mulai 19-22 Januari 2019.

"Fenomena supermoon secara bersamaan disertai dengan peristiwa bulan purnama dari tanggal 19 sampai 22 Januari dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir," kata Kepala Stasiun Mereorologi Cot Ba U Maimun Saleh, Sabang Siswanto di Sabang, Jumat (18/1/2019).

Menurut dia, fenomena tersebut juga berpotensi mengganggu wisata bahari atau air serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan di sekitar pelabuhan pesisir.

Ia menjelaskan, sehubungan dengan adanya fenomena supermoon atau posisi perigea dimana pada saat tersebut posisi bulan dan bumi berada pada jarak terdekat.

"Secara umum kondisi cuaca di Sabang, Provinsi Aceh dan sekitarnya adalah hujan dengan intensitas ringan, dimana potensi kecepatan angin Maksimum mencapai 25 knot atau setara dengan 48 Km/jam," jelas Siswanto.

Fenomena tersebut, kata dia, juga berdampak adanya kecepatan angin yang berhembus kencang dan dominan selama periode 19 sampai dengan 22 Januari yang mampu membangkitkan ketinggian gelombang signifikan antara 1,25 - 2,50 meter.

Sejumlah Wilayah Kalbar Terkena Imbas Supermoon
BMKG Supadio Pontianak sebut nama sejumlah daerah yang terkena imbas fenomena alam tersebut.

Ini tertuang dalam surat imbauan dari BMKG terhadap fenomena alam "Supermoon" yang akan terjadi mulai tanggal 19 hingga 22 Januari 2019.

Prakirawan BMKG Supadio Pontianak Ade Supriyatna menuturkan ada sejumlah daerah kawasan pesisir utara yang akan terkena imbas fenomena alam supermoon yakni pasang maksimum air laut.

"‎Mulai dari Perairan Sambas, Bengkayang, Singkawang, Mempawah, Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Ketapang," kata Ade, Sabtu (19/1/2019).

"Untuk situasi cuaca, untuk hingga1 minggu ke depan masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat," ungkap Prakirawan.

Sebelumnya, diberitakan Kalbar akan terkena imbas dari dampak fenomena alam "Supermoon‎" atau posisi perigee atau jarak terdekat bulan terhadap bumi yakni kondisi pasang maksimum air laut di Indonesia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis secara resmi peringatan dini pasang maksimum air laut yang berlaku mulai tanggal 19-22 Januari 2019.

Dalam rilis tersebut, Kalbar merupakan satu diantara dari enam provinsi yang terkena dampak fenomena Supermoon yang umumnya di wilayah bagian Pesisir utara seperti Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Cilacap, Tanjung Benoa Bali, Kalimantan Barat dan Makas‎ar.

BMKG Imbau Waspada Fenomena Alam Selama 4 Hari
BMKG telah memberikan imbauan waspada terhadap fenomena alam yang berlangsung selama empat hari ini, karena akan menyebabkan terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir seperti petani garam, perikanan darat dan kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

Tak hanya itu, masyarakat juga di imbau waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.

Kronologi Terjadi Supermoon
Space.com membuat kronologi untuk tahap-tahap terjadinya supermoon itu.

Dan berikut fase atau tahap sampai terjadi dan berakhirnya gerhana bulan total seperti ditulis space.com:

1. Bulan masuk penumbra Bumi: Kerucut bayangan Bumi memiliki dua bagian: bagian gelap disebut umbra, yang dikelilingi bagian lebih terang disebut penumbra.

Penumbra adalah bagian luar bayangan Bumi yang tampak pucat.

Gerhana resmi dimulai ketika bulan memasuki penumbra.

Pada tahap ini Anda tak akan melihat hal aneh pada bulan.

Bayangan penumbra Bumi begitu lemah sehingga tidak terlihat sampai bulan tenggelam sepenuhnya dalam bayangan Bumi.

Di sini kita harus menunggu sampai penumbra mencapai 70 persen menutupi lingkaran bulan.
Oleh karena itu harus menunggu selama sekitar 40 menit setelah awal gerhana sebagian itu.

Bulan purnama akan terus muncul untuk menerangi seperti biasa, kendati dari menit ke menit bulan kian masuk bagian luar bayangan Bumi itu.

2. Bayangan Penumbra mulai terlihat: Kini bulan bergerak cukup jauh ke dalam penumbra sehingga bayangan Bumi mencetak jelas Bulan.

Mulai terlihat sangat lembut, cahaya bayangan mulai muncul di bagian kiri Bulan.

Ini akan makin jelas terlihat pada menit-menit setelahnya di mana bayangan menjadi menyebar dan kian dalam.

Beberapa saat sebelum bulan mulai masuk bayangan umbra gelap Bumi, penumbra memudarkan bayangan bulan sebelah kiri.

3. Bulan masuk umbra Bumi: Bulan mulai melintas masuk ke bagian bayangan gelap Bumi yang disebut umbra.

Bagian gelap kecil mulai muncul di sisi kiri bulan.

Gerhana bulan sebagian mulai terjadi; kecepatan perubahannya berlangsung dramatis.

Umbra jauh lebih gelap dibandingkan dengan penumbra.

Menit-menit berlalu, bayangan gelap muncul perlahan di permukaan bulan.

Pada awalnya tungkai bulan terlihat hilang di dalam umbra, tapi segera setelah itu begitu bulan makin masuk umbra, Anda bakal melihat pendaran cahaya remang-remang jingga, merah atau abu-abu.

Tepi bayangan Bumi yang terpancar ke Bulan pun terlihat melengkung.

Ini menjadi bukti nyata bahwa Bulan itu bulat berbentuk bola seperti disimpulkan Aristoteles dari gerhana bulan yang dia amati pada abad keempat Sebelum Masehi.

Begitu kegelapan perlahan menyergap, lanskap di sekitar dan bayangan dalam cahaya bulan malam hari mulai sirna.

4. 75 persen masuk umbra: Mengingat tiga perempat lingkaran Bulan kini ditutup umbra, bagian bulan yang tenggelam dalam bayangan Bumi menjadi agak sedikit terang, bagaikan besi yang dipanaskan pada titik di mana itu besi memijarkan cahaya.

Kini terlihat jelas bayangan umbra tidak menciptakan kegelapan total pada permukaan bulan.

Dengan mengunakan teropong atau teleskop, bagian luar bayangan Bumi biasanya cukup terang untuk memperlihatkan kawah Bulan, tapi bagian tengahnya lebih gelap dan kadang-kadang permukaannya tak bisa dilihat.

Warna warni umbra sangat berbeda dari gerhana satu ke gerhana berikutnya, merah dan abu-abu, lalu kadang-kadang coklat, biru dan lainnya.

5. Kurang lima menit dari totalitas: Beberapa menit sebeleum (dan setelah) totalitas atau gerhana total, perbedaan kontras antara cahaya kuning perak pucat dan coklat kemerahan dari permukaan bulan menyebar ke seluruh lingkaran Bulan yang akan menciptakan fenomena indah yang kadang disebut "Efek Lentera Jepang".

6. Gerhana bulan total mulai: Ketika bagian terakhir Bulan masuk umbra, maka gerhana bulan total pun mulai.

Bagaimana bulan muncul kembali selama priode total tak ada yang tahu.

Kadang-kadang gerhana bulan total memunculkan kesan hitam abu-buat gelap yang hampir tak bisa dilihat.

Tapi saat ini Bulan bisa juga memercikan jingga terang.

Faktor yang membuat bulan bisa dilihat penuh saat gerhana total adalah cahaya matahari disebarkan dan dibiaskan ke sekeliling sisi Bumi oleh atmosfer kita.

7. Setengah total: Bulan kini bersinar sekitar 10.000 atau 100.000 kali redup dari pada beberapa jam sebelumnya.

Karena bulan bergerak ke sisi selatan dari bagian tengah umbra Bumi, gradasi warna dan tingkat keterangannya di lingkaran Bulan menjadi terlihat lebih gelap, dengan rona abu-abu kecoklatan.

Sementara itu, bagian bawahnya, yakni bagian di mana Bulan berada paling dekat ke tepi luar umbra, warnanya menjadi lebih terang, dengan rona kemerahan, jingga, dan bahkan putih lembut kebiruan.

Pengamat yang berada jauh di sinar terang perkotaan akan melihat bintang-bintang menjadi terlihat lebih besar ketimbang saat sebelum gerhana. Bulan akan berada pada konstelasi redup Cancer dan letaknya hampir di tengah antara Rasi Leo di timur (kiri atas) dan Rasi Gemini di barat (kanan bawah Bulan).

Kegelapan langit saat ini sangat menakjubkan. Lanskap di sekelilingnya dibalut rona suram. Sebelum gerhana, bulan purnama terlihat datar dan satu dimensi. Tetapi selama gerhana total, bulan purnama menjadi terlihat lebih kecil dan tiga dimensi.

Sebelum bulan masuk ke bayangan Bumi, suhu di permukaannya mencapai 266 derajat Fahrenheit (130 derajat Celsius).

Karena bulan tidak punya atmosfer, maka panas ini tak bisa dipantulkan ke ruang angkasa ketika bayangan Bumi lewat. Kini, berada dalam bayangan Bumi, suhu bulan turun drastis menjadi 146 derajat F (minus 99 C); atau turun 412 derajat F atau 229 derajat C, kurang dari 150 menit!

8. Gerhana bulan total berakhir: Bulan mulai muncul dari bayang-bayang umbra.

Segmen kecil pertama dari Bulan mulai muncul lagi, diikuti kembali beberapa menit kemudian oleh Efek Lentera Jepang.

9. 75 persen bulan muncul lagi: Sisa warna di dalam umbra kini mulai lenyap.

Dari sini, setelah bayangan gelap secara teori semestinya meninggalkan cakram bulan, bulan terlihat hitam dan tak berbentuk.

10. Bulan meninggalkan umbra: Bayang-bayang tengah nan gelap membuat bagian sisi kanan bulan (di barat) terlihat jelas.

11. Bayangan penumbra lenyap: Akhirnya, bayangan samar hilang dari bulan, gerhana bulan mulai berakhir.

12. Bulan meninggalkan penumbra: Gerhana"resmi" berakhir, begitu bulan sepenuhnya bebas dari bayangan penumbra.


Sumber: Tribun Pontianak

TerPopuler