Siswi SD di Pamekasan Ini Menangis Gara-Gara Belajar Daring Diperpanjang -->

Siswi SD di Pamekasan Ini Menangis Gara-Gara Belajar Daring Diperpanjang

Minggu, 24 Januari 2021, 2:50 PM
loading...
Belajar Daring
Eka Putri Aisyah (10), siswi kelas IV SD di Pamekasan yang menangis karena tidak punya HP untuk belajar daring. (Foto Ir/E-KABARI)


PAMEKASAN, E-KABARI.com - Salah satu efek besar pandemi Covid-19 terjadi pada sektor pendidikan. Belajar daring pun jadi solusi dari Pemerintah.


Namun, pembelajaran jarak jauh menggunakan jaringan internet ini menimbulkan masalah baru. Mulai dari ketersediaan gadget dan jaringan internet, bahkan keterlibatan peran orang tua.


Salah satunya seperti dialami Siska (40) dan anaknya, Eka Putri Aisyah (10), warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.


Ketika belajar daring saat ini diperpanjang oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Siska langsung ketar-ketir.


Pasalnya, belajar daring yang berlangsung selama ini sudah cukup membuat ibu 3 anak itu merasa kesulitan menjalani kehidupannya.


Betapa tidak, Eka Putri Aisyah (10) anak sulungnya hampir setiap hari menangis. Sebab, siswi kelas IV Sekolah Dasar (SD) Lawangan 03 itu kesulitan mengerjakan tugas daring dari sekolahnya.


Selama pembelajaran daring, setiap hari sang Ibu harus kebingungan mencari pinjeman smartphone untuk Aisyah belajar.


Kondisi keluarga yang serba kekurangan adalah akar dari masalah ibu-anak itu.


Dengan ibu sebagai pemulung dan ayah dalam tahanan karena salah pergaulan, jelas tidak mungkin bisa membelikan Aisyah sebuah smartphone untuk belajar daring.


"Saya hanya bisa menangis, Mbak. Ingin membelikan HP anak, tapi tidak punya uang," ucap Siska, ibu Aisyah, saat ditemui E-KABARI.com, Ahad (24/01/2021).


Selama pembelajaran daring berlangsung, Siska hanya bisa berdoa dan berharap ada keajaiban dari Allah, dengan mengutus seorang dermawan agar bisa membantu kesulitan yang dihadapi anaknya.


"Saat ini saya hanya bisa berdoa dan berharap ada keajaiban yang datang kepada keluarga saya, Mbak," tuturnya pilu.


Sementara Lastri, yang merupakan tetangga Aisyah, mengaku sangat prihatin dengan kondisi kehidupan tetangganya itu.


Dialah yang selama ini membantu Aisyah supaya bisa mengikuti belajar daring seperti teman-teman sekolahnya.


"Makanya, saya selalu berusaha meminjamkan HP saya untuk belajar Aisyah," kata Lastri.


"Saya juga berharap ada dermawan yang mau membantu dan membelikan HP untuk Aisyah," imbuhnya.


Untuk diketahui, proses pembelajaran semester genap tahun pelajaran 2020/2021 sudah dimulai sejak Senin 4 Januari 2021.


Sejak itu hingga 16 Januari 2021, seluruh peserta didik di satuan pendidikan baik formal dan non formal mulai dari tingkatan Paud, TK, SD, SMP wajib melaksanakan proses Pembelajaran Dari Rumah (BDR).


Namun, berdasarkan hasil evaluasi dengan memperhatikan perkembangan penyebaran Covid-19 di Pamekasan, BDR itu kembali diperpanjang sejak tanggal 18 Januari kemarin hingga 30 Januari 2021. (Ir/Fiq)

TerPopuler