Cerita Silsilah Agung Sayyid Tembing Ditemukan dalam Manuskrip dari Curah Kalak -->


Cerita Silsilah Agung Sayyid Tembing Ditemukan dalam Manuskrip dari Curah Kalak

Senin, 05 Oktober 2020, 12:02 PM
loading...
Cerita Silsilah Agung Sayyid Tembing Ditemukan dalam Manuskrip dari Curah Kalak
Haul Akbar Agung Sayyid bin Sayyid Syarif Abdurrahman Rombu di Dusun Tembing, Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, Sumenep, Ahad (4/10/2020). (Foto RK/E-KABARI)

SUMENEP, E-KABARI.COM - Agung Sayyid Tembing ternyata memiliki ceritanya sendiri bagaimana diketahui sebagai putra dari Sayyid Syarif Abdurrahman Rombu.

Hal ini disampaikan K. Tirmidzi Mas'ud, saat Haul Agung Sayyid di lokasi Asta di Dusun Tembing, Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, Ahad (4/10/2020) pagi.

Ketua Panitia Haul sekaligus salah satu dzurriyah Agung Sayyid Tembing itu menceritakan riwayat singkat bagaimana Agung Sayyid bisa diketahui dalam silsilah di kalangan masyayikh Lambi Cabbi, Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura.

Awalnya, dahulu dalam silsilah almahgfurlah K. Masyhuri Azhari Lambi Cabbi hanya tertulis nama K. Agung Gurang Garing dan Syekh Abdurrahman Rombu. Sedangkan nama Agung Sayyid yang merupakan orang tua K. Agung Gurang Garing tidak ada.

"Hingga suatu ketika, alhmaghfurlah KH. Jailani Mas'ud, orang tua K. Junaidi Sema, kebetulan bertemu dengan KH. Zaini Romli Curah Kalak, Situbondo dalam suatu kesempatan, kemudian saling bertanya berasal dari daerah mana," ujar Kiai Tir.

Selanjutnya, ketika KH. Jailani Mas'ud menyebutkan berasal dari Lambi Cabbi, Gapura Tengah, Gapura, Kiai Zaini Romli bercerita memiliki leluhur di Sumenep yang diketahui bernama Sudagar.

Mendengar nama Sudagar, yang tak lain putra dari Syekh Mahfudz Asta Gurang Garing, Lombang, Batang-Batang, Kiai Jailani langsung mengakui Kiai Zaini sebagai famili.

"Kalau Sudagar, berarti sampean dengan saya ini famili," demikian kiranya percakapan almarhum Kiai Jailani dengan Kiai Zaini Romli waktu itu dituturkan K. Tirmidzi.

Akhirnya, Kiai Zaini Romli berjanji segera silaturahim ke kediaman Kiai Jailani. Di mana kebetulan Kiai Zaini memiliki manuskrip silsilah yang ditulis tangan di kertas kapas kuno dan dibawa saat silaturahim.

"Ternyata di dalam manuskrip itu ada silsilah K. Agung Gurang Garing bin Agung Sayyid Tembing, cuma sampai di situ saja putus. (Silsilah) ke atas tidak tidak ada," ujar Kiai Tir.

Setelah ditemukannya silsilah dari Curah Kalak itulah, kemudian dimasukkan dalam catatan silsilah masyayikh Lambi Cabbi bahwa Agung Sayyid Tembing merupakan putra dari K. Agung Abdurrahman Rombu dan orang tua dari K. Agung Gurang Garing.

"Semoga yang hadir dalam acara haul hari ini termasuk dalam golongan, muhibbin, dan yang mencintai dan dicintai oleh beliau (Agung Sayyid) dan nanti bisa bersama-sama  menghadap Allah di bawah bendera lailaha illallah muhammadur rasulullah SAW," tandas putra KH. Mas'ud, pengasuh Ponpes Al-In'am Desa Banjar Timur itu. (RK/Fiq)

TerPopuler